PPIAI: Ranitidin Obat Keras, Harusnya Hanya Ada di Apotek

Indonesia Berita Berita

PPIAI: Ranitidin Obat Keras, Harusnya Hanya Ada di Apotek
Indonesia Berita Terbaru,Indonesia Berita utama
  • 📰 republikaonline
  • ⏱ Reading Time:
  • 67 sec. here
  • 3 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 30%
  • Publisher: 63%

Ranitidin hanya ditarik dari perederan, namun belum dicabut izin edarnya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia Nurul Falah Eddy Pariang mengatakan, produk farmasi mengandung Ranitidin seharusnya hanya ada di apotek karena tergolong obat keras."Obat dengan Ranitidin ini obat keras seharusnya tidak ada di toko obat, hanya di apotek," kata Nurul saat dihubungi dari Jakarta, Ahad .

Dia mengatakan, apotek kini berangsur sudah menarik obat mengandung Ranitidin yang biasa digunakan untuk mengobati sakit tukak lambung dan tukak usus. Penarikan, kata dia, dilakukan sesuai surat edaran Badan Pengawas Obat dan Makanan yang menarik secara sementara produk mengandung Ranitidin. Penarikan dilakukan untuk uji laboratorium secara mendalam menilik adanya temuan cemaran N-Nitrosodimethylamine pada Ranitidin.

Nurul mengatakan, begitu BPOM mengeluarkan surat edaran soal penarikan obat mengandung Ranitidin kemudian direspon pengelola apotek menghentikan peredaran produk terkait."Biasanya BPOM nulis ke industri, industri ke distribusinya, distribusi ke pelayanan apotek di rumah sakit, puskesmas, klinik dengan layanan kefarmasian. Kemudian bagi yang memiliki produk dengan Ranitidin dikembalikan," kata dia.

Bagi apotek, biasanya mendapatkan kompensasi dari produsen dengan kredit nota yang diperhitungkan dengan produk lain."Ini kan ada harganya. Itu mekanisme yang biasa sudah paham," katanya. Nurul mengatakan, obat dengan Ranitidin saat ini statusnya belum dilarang tetapi ditarik secara sementara."Kepada aparat ini adalah obat legal sampai BPOM mengumumkan obat dengan Ranitidin dicabut izin edarnya karena masih dalam penelitian selanjutnya," katanya.

Berita ini telah kami rangkum agar Anda dapat membacanya dengan cepat. Jika Anda tertarik dengan beritanya, Anda dapat membaca teks lengkapnya di sini. Baca lebih lajut:

republikaonline /  🏆 16. in İD

Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama

Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.

Apoteker nyatakan Ranitidin hanya ada di apotekApoteker nyatakan Ranitidin hanya ada di apotekKetua Umum Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia (PP IAI) Nurul Falah Eddy Pariang mengatakan produk farmasi mengandung Ranitidin seharusnya hanya ada di ...
Baca lebih lajut »

Cegah Peredaran Ranitidin, Sidak Obat di Rumah Sakit dan ApotekCegah Peredaran Ranitidin, Sidak Obat di Rumah Sakit dan ApotekBerharap rumah sakit swasta maupun apotek segera menarik jika memiliki obat yang dilarang BPOM itu Ranitidin
Baca lebih lajut »

[POPULER MONEY] 3 Merek Obat Ranitidin Tercemar NDMA | Mantan Menteri SBY Dicalonkan Jokowi[POPULER MONEY] 3 Merek Obat Ranitidin Tercemar NDMA | Mantan Menteri SBY Dicalonkan JokowiArtikel mengenai 6 merek obat ranitidin yang tercemar NDMA dan Jokowi mencalonkan mantan menteri SBY jadi pimpinan Bank Dunia menjadi berita populer.
Baca lebih lajut »

Mengenal Afo, Cengkih Tertua di DuniaMengenal Afo, Cengkih Tertua di DuniaCengkih Afo hanya ada di Gunung Gamalama, Maluku Utara.
Baca lebih lajut »

BPOM Tarik Obat Asam Lambung RanitidinBPOM Tarik Obat Asam Lambung RanitidinPemegang izin edar diminta menarik kembali seluruh obat itu per 9 Oktober.
Baca lebih lajut »

BPOM Ingatkan Tenaga Kesehatan agar Tidak Memberikan Obat RanitidinBPOM Ingatkan Tenaga Kesehatan agar Tidak Memberikan Obat RanitidinBPOM Cabang Tanjungpinang mengimbau pihak tenaga kesehatan supaya tidak lagi memberikan obat raniditin kepada pasien. Begitu juga dengan....
Baca lebih lajut »



Render Time: 2025-04-03 14:02:29