Polrestabes Makassar mengungkap jaringan pengedar narkoba jenis sabu seberat 43 kilogram dan 11 ribu butir ekstasi jaringan internasional.
Empat orang tersangka ditangkap di dua lokasi yakni di Kota Makassar, Sulawesi Selatan dan Surabaya, Jawa Timur.Dari pengungkapan ini polisi menyita 43,6 kilogram sabu dan 11. 448 butir pil ekstasi golongan satu dan dua.
Sedangkan di Aceh, TNI Angkatan Laut berhasil menggagalkan penyelundupan sabu seberat 43 kilogram yang dibawa menggunakan perahu.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Polisi Ungkap Kasus 43 Kg Sabu di Makassar, 4 Kurir-Pengedar DitangkapPolisi menangkap empat pelaku peredaran kasus narkoba di Makassar. Sebanyak 43 kilogram sabu dan ribuan pil disita sebagai barang bukti di kasus ini. Via: detik_sulsel
Baca lebih lajut »
Polrestabes Makassar Ungkap Kasus Peredaran 43,6 Kilogram Sabu-SabuPolrestabes Makassar ungkap kasus peredaran narkotika dan obat terlarang dengan amankan barang bukti sabu-sabu seberat 43,6 kilogram, pil ekstasi, dan lainnya
Baca lebih lajut »
Polisi: 2 Remaja Makassar Bunuh Bocah Tak Terkait Sindikat Jual OrganPolisi menegaskan kasus dua remaja di Makassar, Sulawesi Selatan, yang membunuh bocah 11 tahun bernama Muh Fadli Sadewa tidak terlibat sindikat penjualan organ.
Baca lebih lajut »
Buntut Penculikan dan Pembunuhan Bocah di Makassar, Polisi Selidiki Sindikat Penjualan Organ Tubuhpihak kepolisian Resor Kota Besar Makassar menyelidiki dugaan adanya sindikat jaringan penjual organ tubuh manusia.
Baca lebih lajut »
Polisi Periksa Kondisi Kejiwaan 2 Remaja yang Culik dan Bunuh Bocah SD di MakassarPenyidik Polrestabes Makassar memeriksa kondisi kejiwaan kedua remaja AD (17) dan MF (14) setelah melakukan penculikan dan pembunuhan terhadap Muh Fadli Sadewa.
Baca lebih lajut »
Tragis! Tergiur Situs Jual Beli Organ, 2 Remaja di Makassar Bunuh Bocah 11 TahunDua remaja di Kota Makassar ditangkap polisi usai menculik lalu membunuh korbannya. Usai diintrogasi, pelaku mengaku tergiur dengan iklan jual beli organ yang dimana kedua pelaku ini terlilit kebutuhan ekonomi.
Baca lebih lajut »