'Enggak mungkin minyak jarak akan digunakan untuk melakukan serangan atau bom molotov,' ujar Dedi.
karena ketika diamankan di kediamannya kawasan Tangerang, penyidik terbukti menyimpan 28 bom molotov dan sejumlah bom ikan. juga mengamankan sembilan orang lain. Mereka diduga merencanakan peledakan bom molotov itu saat aksi Mujahid 212 Selamatkan NKRI yang rencananya digelar pada hari yang sama ketika penangkapan.
Kini, Basith dan tersangka lainnya ditahan di Rumah Tahanan Polda Metro Jaya. Mereka dijerat dengan sejumlah pasal, di antaranya adalah Pasal 169 KUHP dan Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951.Belakangan, beredar gambar hasil tangkapan layar aplikasi pesan WhatsApp di media sosial yang menyebutkan bahwa Basith adalah penjual minyak jarak online.
Isi pesan itu menyebutkan bahwa isi dari yang disebut polisi sebagai bom ikan adalah minyak jarak, bukan digunakan sebagai bahan peledak. Itu barang bukti dosen yang disebut bom molotov ternyata bukan, tapi lampu minyak jarak. Sori gaes, ternyata bapak Dosen itu buka online shop lampu botol. Makanya dilakban biar kagak pecah pas pengiriman
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Polisi Bantah Tetapkan Status Siaga 1 di JakartaKabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono memastikan pesan singkat berisi informasi Jakarta berstatus siaga 1 adalah hoaks.
Baca lebih lajut »
Polisi Tetapkan Dosen IPB Pemasok Bom Molotov TersangkaAB dijerat sejumlah pasal. Salah satunya Pasal 1 ayat (1) UU Darurat.
Baca lebih lajut »
Polisi: Oknum Dosen IPB Hanya Penyimpan Bom MolotovPolisi sebut oknum Dosen IPB hanya penyimpan bom molotov untuk lancarkan teror
Baca lebih lajut »
Polisi: Peledak Dosen IPB Mirip Bom Ikan, Daya Rusak FatalKaropenmas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan bom yang dimaksud berisi paku dan fatal jika mengenai tubuh manusia.
Baca lebih lajut »
Studi Bantah Keberadaan 'Planet Sembilan'Hingga saat ini keberadaan 'Planet Sembilan' masih sulit dipahami.
Baca lebih lajut »