Boris Johnson mengatakan pemerintah Inggris harus berbuat lebih banyak untuk memerangi prasangka terhadap orang-orang dari kelompok etnis kulit hitam dan minoritas. GeorgeFloyd BlackLivesMatter
London - Perdana Menteri Boris Johnson mengatakan kemarahan yang dipicu oleh kematian George Floyd di Amerika Serikat tidak dapat diabaikan.
"Kami yang memimpin dan yang memerintah tidak bisa mengabaikan perasaan itu karena dalam terlalu banyak kasus, saya khawatir, mereka dibangun dalam kenyataan semu," katanya dalam sebuah pernyataan, Senin waktu setempat.Tetapi ia mengakui bahwa ada banyak hal yang harus dilakukan - dalam menghapus prasangka, dan menciptakan peluang.
Ribuan pengunjuk rasa juga berkerumun di alun-alun di luar gedung Parlemen. Mereka memegang plakat "Black Lives Matter" dan mengabaikan saran pemerintah untuk menghindari pertemuan besar karena risiko virus corona.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Demo George Floyd di Inggris, Patung Edward Colston Dirobohkan, Siapakah Dia?Patung Edward Colston, pedagang budak terkemuka dalam sejarah Inggris dirobohkan massa yang lakukan protes atas kematian George Floyd.
Baca lebih lajut »
Remaja Menyapu Jalan Pasca Demo George Floyd Dapat BeasiswaSeorang remaja di New York, Amerika, menyapu jalan membersihkan sampah yang berserakan pasca demonstrasi memprotes tewasnya George Floyd.
Baca lebih lajut »
Aksi Bela George Floyd, Kepala Suku Kanada Sebut Dipukul PolisiKepala suku Kanada, Allan Adam, mengaku dipukul polisi karena plat nomor mobilnya kedaluwarsa.
Baca lebih lajut »
VIDEO: Pelayat Hadiri Penghormatan Terakhir George FloydWarga menghadiri upacara penghormatan mendiang George Floyd di Kapel North Central University, Minneapolis, AS, pada Kamis (4/6) waktu setempat.
Baca lebih lajut »
Terungkap, Trump Ingin 10.000 Tentara Tangani Demo George Floyd di WashingtonTrump sebelumnya sudah mengancam bakal memobilisasi militer untuk memadamkan kerusuhan karena demo George Floyd.
Baca lebih lajut »