PKS sebenarnya sudah berikhtiar untuk mengusung calon untuk menghadapi Gibran Rakabuming-Teguh Prakoso.
Namun nyatanya kursi yang dimiliki PKS di DPRD Solo tidak mencukupi untuk mengusung calon lain. Di Pilkada Solo, PKS hanya memiliki lima kursi.Sementara hampir semua partai lain juga sudah merapat ke putra sulung Presiden Joko Widodo.
"Dari semua ikhtiar yang dilakukan itu mereka menyimpulkan, mereka menginginkan abstain. Tidak mengusung salah satu di antara dua yang bertarung nanti," kata Sohibul Iman dalam jumpa pers usai Rakornas Pilkada DPP PKS, di Kantor DPP PKS, Sabtu . Dalam acara itu, PKS mengumumkan dan menyerahkan SK Rekomendasi ke 213 pasangan calon seluruh Indonesia. Tak ada nama paslon yang diumumkan untuk"Kita inginnya ada calon yang bisa mengimbangi itu , tetapi kan ternyata kursi PKS tidak memadai untuk itu," katanya.Sohibul menambahkan, ia masih melihat kemungkinan munculnya calon independen untuk bersaing dengan Gibran-Teguh di Pilkada Solo.
"Ya kalau independen kan memang tidak perlu usungan dan dukungan partai kan. Karena itu PKS ya sudah teman-teman di Solo menginginkan abstain," katanya.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Bukan Ponakan Prabowo, di Pilkada Tangsel PKS Usung Putri Ma'ruf AminPKS lebih memilih mendukung Siti-Ruhama ketimbang ponakan Prabowo Subianto, Rahayu Saraswati, meski pada 2 kali pilpres PKS selalu mendukung Prabowo.
Baca lebih lajut »
Politikus PKS: Alhamdulillah Pemerintah Mendengar Keluhan PKS, Meski TerlambatPemerintah dinilai mendengarkan aspirasi PKS terkait bantuan kuota internet untuk proses Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). politikusPKS
Baca lebih lajut »
PKS Minta Pasal Sanksi Bagi Pesantren Tak Berizin Dicabut dari RUU CiptakerPartai Keadilan Sejahtera (PKS) meminta pasal terkait sanksi bagi penyelenggara satuan pendidikan yang didirikan tanpa perizinan...
Baca lebih lajut »
Polri Tegaskan Keputusan Tak Menahan Irjen Napoleon Tak Terkait PangkatSelama pemeriksaan, Polri menganggap Napoleon bersikap kooperatif.\n\n
Baca lebih lajut »
Soal Vaksin COVID-19, Sukamta PKS Menilai Pemerintah Terburu-buruPolitikus PKS menilai pemerintah terburu-buru menetapkan vaksin COVID-19 produksi Sinovac, begini alsannya. vaksincovid-19
Baca lebih lajut »