Anak berusia 4 tahun berinisial S meninggal dunia setelah digigit anjing positif rabies. Korban merupakan warga di Desa Habi, Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT). . Baca selengkapnya: PikiranRakyat PRMN Anjingrabies Bocah
PIKIRAN RAKYAT – Anak berusia 4 tahun berinisial S meninggal dunia setelah digigit anjing positif rabies. Korban merupakan warga di Desa Habi, Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur . Sekitar 2 minggu setelah mendapat perawatan, S wafat pada Senin, 8 Mei 2023.
Hanya berselang sehari dari kejadian tersebut, anjing lokal betina yang menggigit S itu mati. Hasil positif rabies ditemukan dalam hasil pemeriksaan sampel otak anjing tersebut, yang dilakukan di Laboratorium Balai Besar Veteriner Denpasar.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Salut, 1 Desa di Sragen Ini Ternyata Masuk Daftar 29 Desa Antikorupsi di JatengSragen memiliki satu desa yang ternyata masuk dalam daftar 29 Desa Antikorupsi di Jawa Tengah yang diluncurkan Gubernur Ganjar Pranowo.
Baca lebih lajut »
Selamat, Desa Ngunut Dipilih Jadi Percontohan Desa Antikorupsi di KaranganyarDesa Ngunut di Kecamatan Jumantono, Karanganyar terpilih jadi percontohan Desa Antikorupsi.
Baca lebih lajut »
Penamaan Desa Wisata Tuksongo Magelang, Erat dengan Perjuangan Murid DiponegoroDesa Tuksongo, Kabupaten Magelang hadir sebagai desa wisata yang menonjolkan beragam karya seni khasnya.
Baca lebih lajut »
Pria Paruh Baya Perkosa Lansia 60 Tahun di Mamuju, Modus Obati Anak KorbanPria paruh baya bernama Amir (50) di Kabupaten Mamuju, Sulbar ditangkap atas kasus pemerkosaan terhadap wanita lanjut usai (lansia) berinisial N (60). Via: detik_sulsel
Baca lebih lajut »
Gila, Marinir TNI Jadi Korban Akting Pingsan Anak SMA dan Netizen Bodoh di LampungMarinir disebut pukuli anak SMA sampai pingsan.
Baca lebih lajut »
Tak Minta Maaf, Anggota TNI Penabrak Pasutri Hanya Diam Saat Bertemu Anak Korban'Tidak ada (meminta maaf), hanya berdiam diri saja, berdiam diri melihat kami,' ungkap Rendra (45), anak sulung korban.
Baca lebih lajut »