Mereka belum dapat insentif sejak pertama kali bekerja.
REPUBLIKA.CO.ID, TASIKMALAYA -- Tim pemulasaraan jenazah Covid-19 RSUD dr Soekardjo Kota Tasikmalaya mengeluarkan isi hati mereka dalam baju hazmat yang mereka digunakan, pada Kamis dini hari. Ketika mereka sedang mengurus pemakaman jenazah salah satu pasien suspek Covid-19, baju mereka bertuliskan sejumlah kalimat curhat.
Salah satu petugas pemulasaraan jenazah RSUD dr Soekardjo, Yuli Rahman mengatakan, coretan-coretan itu merupakan ungkapan kekecewaan kepada pemerintah. Sebab, sejak awal mengurus jenazah Covid-19, belum sekalipun insentif mereka cair. "Sampai sekarang insentifnya belum juga cair. Padahal yang lain sudah, seperti tenaga medis," kata dia, Kamis.
Salah satu petugas lainnya yang enggan disebutkan namanya, tim pemulasaraan jenazah RSUD terdiri dari 10 orang. Mereka menagani pengurusan dan pemakaman jenazah pasien Covid-19 sejak April 2020."Kalau dihitung, sudah ada sekitar 10 jenazah yang kita urus," kata dia.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Petugas RSUD Koja Belum Terima Insentif Selama Lima Bulan |Republika OnlineDana insentif akan dikirimkan Pemprov DKI secara langsung kepada petugas medis.
Baca lebih lajut »
Pemerintah Diminta Beri Insentif UMKM Terdampak Pandemi |Republika OnlineSandiaga minta pemerintah memberikan insentif untuk UMKM terdampak pandemi Covid-19
Baca lebih lajut »
Bupati Serang Serahkan Insentif Bagi 1.777 Kader KB |Republika OnlineKader Pos KB dan Sub Pos KB ini direkrut untuk menyosialisasikan program KB
Baca lebih lajut »
Puluhan Petugas Kantor Imigrasi Sukabumi Pemeriksa Urine |Republika OnlinePemeriksaan dilakukan untuk memastikat tak ada satu pun pegawai terjerumus narkoba.
Baca lebih lajut »
25 Republika Online: Anasir Publik dalam Jagat Jurnalisme |Republika OnlineJurnalisme punya alat ukur yang teruji untuk memastikan kebenaran informasi.
Baca lebih lajut »
Kabupaten Bogor Belum Memungkinkan KBM di Kelas |Republika OnlineDisdik belum membolehkan siswa SD dan SMP adakan belajar tatap muka.
Baca lebih lajut »