Facebook dinilai tak cukup bertindak dalam mengatasi ujaran kebencian.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sejumlah perusahaan besar di Amerika Serikat memboikot Facebook dan tidak lagi memasang iklan di platform tersebut. Ini karena jejaring sosial itu dinilai tidak cukup bertindak dalam mengatasi ujaran kebencian.
Es krim Ben & Jerry's menghentikan seluruh iklan berbayar di Facebook dan Instagram mulai 1 Juli. Facebook mengatakan mereka sedang berdiskusi dengan kelompok pembela HAM.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Dana Cekak, BUMN Ramai-ramai Minta Modal ke NegaraBUMN seperti Hutama Karya, PNM, Askrindo dan ITDC beramai-ramai minta modal ke pemerintah di tengah corona karena kecukupan modal mereka terbatas.
Baca lebih lajut »
Bendera Dibakar, Kader 'Banteng' Ramai-ramai Unggah Logo PDIPSejumlah politikus PDIP mengunggah logo partai, membanjiri media sosial merespons aksi pembakaran bendera di gedung DPR, Rabu kemarin.
Baca lebih lajut »
Ramai Brompton, Sophia Latjuba 'Pilih' Sepeda Ecosmo 'Edisi Spesial'Artis dan penyanyi berusia 50 tahun kelahiran Berlin, Jerman, Sophia Latjuba, membuat unggahan menarik dengan sepeda Ecosmo edisi spesial-nya.
Baca lebih lajut »
Lelang Mobil Bekas Mulai Ramai di Masa New NormalBursa lelang mobil bekas mulai diminati kembali sejak diberlakukannya masa transisi new normal.
Baca lebih lajut »
Perusahaan besar di AS boikot pasang iklan di FacebookSejumlah perusahaan besar di AS memboikot Facebook dan tak lagi memasang iklan karena jejaring sosial itu dinilai tak cukup bertindak dalam mengatasi ujaran kebencian.
Baca lebih lajut »