Dalam kondisi terpenjara para napi tetap mampu berekspresi dan hasilnya sangat bagus
REPUBLIKA.CO.ID, CILACAP -- Pertamina Refinery Unit IV Cilacap selalu memiliki cara-cara kreatif dalam mengenalkan beragam potensi wilayah Cilacap, salah satunya koleksi batik di Pulau Nusakambangan hasil karya para nara pidana . Pada kegiatan sepeda santai bertajuk ‘Gowes ke Nusakambangan’ bersama Pemerintah Kabupaten Purbalingga, beberapa waktu lalu, Pertamina Cycling Club RU IV Cilacap memanfaatkannya untuk mengenalkan batik Nusakambangan.
Di Pantai Permisan, rombongan juga menyempatkan singgah di Lapas Permisan yang berada tidak jauh dari pantai untuk melihat berbagai produk batik karya para napi. “Ini kesempatan baik, selain potensi wisata Nusakambangan dengan pantai pasir putihnya, kami juga kenalkan batik-batik karya dari para napi yang sangat bagus dan layak diangkat ke pasar Nasional bahkan internasional,” jelas Subiantoro, Ketua PCC RU IV Cilacap, dalam siaran persnya.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Harga Minyak Naik Karena Ancaman Badai yang Pangkas Produksi |Republika OnlinePerusahaan minyak tutup produksi karena ancaman badai di Teluk Meksiko.
Baca lebih lajut »
Kementan Gerak Cepat Amankan Produksi Padi dari Hama |Republika OnlineKementan terus fokus meningkatkan produksi pangan khususnya padi.
Baca lebih lajut »
Mahasiswa UNS Inisiasi Pembuatan Mesin Produksi Garam |Republika OnlinePara mahasiswa ingin membantu ekonomi para petani garam
Baca lebih lajut »
Polisi Ungkap Pencurian Ratusan Cap Batik di Solo |Republika OnlineKerugian korban pencurian mencapai puluhan juta rupiah.
Baca lebih lajut »
Pertamina Medan Beri Latihan Manajemen Budidaya Ikan Karamba |Republika OnlineKegiatan pelatihan diikuti oleh kader posyandu dan pengelola keramba Ayah Amanah
Baca lebih lajut »
Semester I 2020, Pertamina Rugi Rp 11,327 Triliun |Republika OnlinePada semester I 2019, Pertamina membukukan keuntungan.
Baca lebih lajut »