Perokok Lebih Berisiko Meninggal akibat COVID-19

Indonesia Berita Berita

Perokok Lebih Berisiko Meninggal akibat COVID-19
Indonesia Berita Terbaru,Indonesia Berita utama
  • 📰 voaindonesia
  • ⏱ Reading Time:
  • 32 sec. here
  • 2 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 16%
  • Publisher: 63%

Dalam memperingati Hari Tanpa Tembakau Sedunia, WHO mendesak perokok agar menghentikan kebiasaannya. Organisasi Kesehatan Dunia itu memperingatkan bahwa perokok lebih berisiko meninggal akibat COVID-19 daripada yang bukan perokok.

Kepala WHO untuk Program Pengendalian Tembakau, Vinayak Prasad, mengatakan kepada VOA bahwa banyak hasil penelitian ilmiah dalam setahun ini yang mengukuhkan perokok menghadapi risiko 50 persen lebih tinggi terkena penyakit parah dan kematian akibat COVID-19.

Seorang pria yang memakai masker pelindung wajah merokok di tengah penyebaran COVID-19 di kawasan tua Delhi, India, 20 Oktober 2020. Prasad mengatakan, sangat penting untuk membuat pengguna sadar akan risiko yang mereka lakukan. Sekitar delapan juta orang akan meninggal dalam usia yang relatif muda tahun ini, kata Prasad. Penyebabnya adalah penyakit yang berhubungan dengan tembakau, seperti kanker, penyakit jantung dan penyakit pernafasan. Sebagian besar kematian ini akan terjadi di negara-negara berpenghasilan rendah.Biasanya perlu waktu puluhan tahun untuk mengembangkan penyakit-penyakit yang mematikan itu.

Berita ini telah kami rangkum agar Anda dapat membacanya dengan cepat. Jika Anda tertarik dengan beritanya, Anda dapat membaca teks lengkapnya di sini. Baca lebih lajut:

voaindonesia /  🏆 15. in İD

Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama

Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.

Lockdown karena Klaster Covid-19, 100 Warga Ciracas Ikut Vaksinasi Covid-19Lockdown karena Klaster Covid-19, 100 Warga Ciracas Ikut Vaksinasi Covid-19Lurah Ciracas Rikia Marwan mengatakan lebih dari 100 warga RW 03 Ciracas menerima vaksinasi Covid-19 tahap pertama setelah klaster Covid-19 di permukiman itu. TempoMetro
Baca lebih lajut »

Menkes: Kasus COVID-19 Naik, 25 Ribu dari 72 Ribu Tempat Tidur RS COVID-19 TerisiMenkes: Kasus COVID-19 Naik, 25 Ribu dari 72 Ribu Tempat Tidur RS COVID-19 TerisiRata-rata orang lanjut usia yang mengisi tempat tidur di rumah sakit COVID-19 seperti disampaikan Menkes Budi Gunadi Sadikin.
Baca lebih lajut »

Dokter: Perokok Kena COVID-19 Kondisinya Cenderung Lebih BeratDokter: Perokok Kena COVID-19 Kondisinya Cenderung Lebih BeratPerokok yang kena COVID-19 kondisinya cenderung lebih berat, ini alasannya
Baca lebih lajut »

Penambahan Kasus Covid-19 Jakarta Hari Ini Tembus Lagi 1.000 LebihPenambahan Kasus Covid-19 Jakarta Hari Ini Tembus Lagi 1.000 LebihPenambahan 1.064 kasus Covid-19 pada hari Minggu 30 Mei 2021 ini maka akumulasi total positif Covid-19 di Jakarta menjadi sebanyak 429.333 kasus.
Baca lebih lajut »

Temuan Klaster COVID-19, Penyelidikan Epidemiologi Harus Lebih OptimalTemuan Klaster COVID-19, Penyelidikan Epidemiologi Harus Lebih OptimalTemuan klaster COVID-19, penyelidikan epidemiologi harus dilakukan lebih optimal.
Baca lebih lajut »

2.148 Pasien Covid-19 Dirawat di RS Wisma Atlet Kemayoran2.148 Pasien Covid-19 Dirawat di RS Wisma Atlet KemayoranPada Senin (31/5), Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran menerima 177 pasien baru terkait virus Corona.
Baca lebih lajut »



Render Time: 2025-03-27 18:52:16