Pernikahan Membuat Jumlah Muslimah Jepang Meningkat |Republika Online

Indonesia Berita Berita

Pernikahan Membuat Jumlah Muslimah Jepang Meningkat |Republika Online
Indonesia Berita Terbaru,Indonesia Berita utama
  • 📰 republikaonline
  • ⏱ Reading Time:
  • 41 sec. here
  • 2 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 20%
  • Publisher: 63%

Islam telah menemukan mualaf di kalangan wanita muda Jepang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Jumlah Muslimah di Jepang dilaporkan semakin bertumbuh. Hal itu didasarkan adanya pernikahan antara wanita Jepang dengan laki-laki Muslim pendatang. Meski awalnya hanya dimulai sebagai Muslimah 'KTP', namun ajaran Islam nyatanya merasuk ke sanubari para Muslimah tersebut. Baca Juga Aaishah Abid Choudry dulunya bernama Harumi sebelum memeluk Islam.

Pusat kegiatan Islam di Tokyo, Islamic Center di Setagay-ku mendaftarkan lebih dari 80 anggota baru tahun ini, mayoritas adalah wanita Jepang. Meskipun beberapa wanita kembali tanpa memikirkan pernikahan, banyak lagi yang kembali ke Islam untuk menikahi Muslim. Data tersebut melaporkan, 40 pernikahan antara Muslim asing dan wanita Jepang kembali menanjak di tahun ini.

Wanita Jepang yang menikah dengan pria dari negara-negara Islam sering menghadapi pengucilan dari keluarga mereka dan pengasingan dari teman-teman. Hidup dengan hukum Islam membutuhkan perubahan besar di hampir setiap aspek kehidupan mereka. Setiap negara memiliki variasi dalam hal ini. Wanita Arab Saudi menutupi hidung dan mulutnya juga, sementara Muslimah Malaysia mengenakan syal pendek di atas kepala mereka.

Berita ini telah kami rangkum agar Anda dapat membacanya dengan cepat. Jika Anda tertarik dengan beritanya, Anda dapat membaca teks lengkapnya di sini. Baca lebih lajut:

republikaonline /  🏆 16. in İD

Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama

Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.

Misteri dibalik rendahnya jumlah kematian akibat Covid-19 di Jepang - faktor 'kekebalan superior' atau 'kepatuhan'?Misteri dibalik rendahnya jumlah kematian akibat Covid-19 di Jepang - faktor 'kekebalan superior' atau 'kepatuhan'?Jepang tak menerapkan karantina wilayah dan memiliki banyak populasi penduduk berusia lanjut usia , namun mengapa angka kematian akibat virus corona di negara itu sangat rendah?
Baca lebih lajut »

Banjir Kumamoto di Jepang, 40.000 Personel Evakuasi Berpacu dengan WaktuBanjir Kumamoto di Jepang, 40.000 Personel Evakuasi Berpacu dengan WaktuSedikitnya 49 korban tewas dan 1 orang dikhawatirkan meninggal sampai hari ini.\n\n
Baca lebih lajut »

Banjir Dahsyat di Jepang, Ini Kisah Bos Arung Jeram yang Ikut Bantu EvakuasiBanjir Dahsyat di Jepang, Ini Kisah Bos Arung Jeram yang Ikut Bantu EvakuasiJika biasanya ia membawa para turis di dalam perahunya, kali ini ia menjalankan misi kemanusiaan dengan membantu menyelamatkan para korban banjir.
Baca lebih lajut »



Render Time: 2025-02-26 08:23:22