Perang Rusia Ukraina: Bagaimana Awal Bom Tandan hingga Dilarang 111 Negara di 2008 TempoDunia
TEMPO.CO, Jakarta - Dalam sejarahnya, bom tandan atau dikenal bom cluster yang pertama kali digunakan secara signifikan adalah Sprengbombe Dickwandig berbobot 2 kilogram buatan Jerman. Seperti dilansir Antara, bom beranak-pinak itu digunakan Luftwaffe pada masa Perang Dunia II.
Keputusan untuk mengirim amunisi ke Ukraina telah ditentang oleh Spanyol dan Kanada, sementara Inggris mengatakan itu adalah bagian dari konvensi yang melarang penggunaan senjata. Beberapa anggota parlemen Demokrat di Amerika Serikat juga menyampaikan keprihatinan mereka. Kedutaan Rusia di AS mengutuk keputusan tersebut.Kontroversi Bom Tandan TerbaruDiberitakan Tempo, Presiden Vladimir Putin mengatakan Rusia memiliki persediaan bom tandan dalam jumlah yang cukup.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Rusia Bombardir Ibu Kota UkrainaPerang Rusia vs Ukraina hari ini, Rusia bombardir wilayah Kyiv Ibu Kota Ukraina.
Baca lebih lajut »
Kupas Tuntas Perang Rusia-Ukraina Melalui BukuPeran intelijen, bahkan sudah mengalahkan perang siber maupun perang militer.
Baca lebih lajut »
Perang Rusia-Ukraina Menggila: G20 'Pecah'-Putin Balas DendamPeperangan antara Rusia dan Ukraina masih terus berlangsung. Beberapa perkembangan pun terjadi. Berikut updatenya dirangkum CNBC termasuk G20 dan Putin.
Baca lebih lajut »
Pasukan Wagner Terkonsentrasi di Belarusia, Polandia Terancam?Perang Rusia vs Ukraina hari ini, pasukan Wagner terkonsentrasi di Belarusia bikin Polandia terancam?
Baca lebih lajut »
Infrastruktur Pelabuhan Odesa di Ukraina Rusak Digempur Rudal RusiaRusia menggempur Ukraina selatan dan timur dengan serangan rudal dan pesawat nirawak atau drone pada Senin (17/7) malam. Gempuran tersebut menyebabkan kerusakan infrastruktur di Pelabuhan Laut Hitam Odesa, kata pejabat Ukraina pada Selasa (18/7). Rusia melakukan serangan itu usai Moskow...
Baca lebih lajut »
AS Jajaki Opsi Lain pasca Rusia Blokir Ekspor Biji-bijian UkrainaKapal-kapal pengangkut gandum Ukraina ke negara lain tak akan dapat jaminan keamanan di Laut Hitam. Rusia menghentikan sepihak 'Prakarsa Biji-bijian Laut Hitam' Senin (17/7), setelah mengeluhkan sanksi Barat terhadap produk makanan dan pupuk Rusia.
Baca lebih lajut »