Peperangan antara Rusia dan Ukraina masih terus berlangsung. Beberapa perkembangan pun terjadi.
Pemerintah Putin meluncurkan serangan misil dan drone semalam yang disebutnya sebagai"serangan balas dendam massal". Ini terjadi di dua kota pelabuhan Ukraina.
Perlu diketahui kota-kota ini awalnya dilindungi lewat Kesepakatan Biji-bijian Laut Hitam. Angkatan Udara Ukraina mengatakan meski dibombardir, banyak drone dan rudal yang masuk dicegat oleh pertahanan udaranya. "Serangan semalam adalah bukti lebih lanjut bahwa negara-teroris ingin membahayakan kehidupan 400 juta orang di berbagai negara yang bergantung pada ekspor makanan Ukraina," papar kepala staf kepresidenan Ukraina, Andriy Yermak, dikutip oleh"Penarikan Rusia dari kesepakatan biji-bijian penting yang diperantarai PBB pada Senin adalah pukulan bagi orang-orang yang membutuhkan," kata Pemerintah Amerika Serikat .
Seorang spesialis dalam perdagangan global di University of St. Gallen, Simon J. Evenett, mengatakan bahwa penarikan Rusia mencerminkan"coup de grace". Ini kata dia, menjadi klimaks dari situasi yang memburuk. "Saya tidak tahu bagaimana kami akan bertahan," kata Halima Hussein, seorang ibu dari lima anak yang tinggal di kamp di ibu kota Somalia, MogadishuPresiden Afsel Cyril Ramaphosa memberi peringatan perang. Ini terkait upaya menangkap Putin saat ia hadir di pertemuan puncak BRICS bulan depan di Johannesburg.
"Saya harus menggarisbawahi, demi transparansi, bahwa Afsel memiliki masalah yang jelas dalam melaksanakan permintaan untuk menangkap dan menyerahkan Presiden Putin," katanya.Komisaris Tinggi PBB untuk Kantor Hak Asasi Manusia, atau OHCHR, mengatakan bahwa lebih dari 16.300 warga sipil telah terluka sejak dimulainya perang Rusia di Ukraina tahun lalu. Badan itu juga mengatakan bahwa lebih dari 9.200 warga sipil tewas akibat perang.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Putin Siapkan Serangan Balasan ke Ukraina Buntut Ledakan di Jembatan CrimeaPresiden Rusia Vladimir Putin menyebut serangan Ukraina di Jembatan Kerch sebagai serangan teroris.
Baca lebih lajut »
Putin Murka, Rusia Siapkan Balasan Atas Serangan di Jembatan KrimeaPresiden Rusia Vladimir Putin murka atas serangan Ukraina di Jembatan Krimea dan berjanji akan melakukan balasan.
Baca lebih lajut »
Ini Alasan Rusia Mencabut Kesepakatan Biji-bijian Laut HitamPerang Rusia vs Ukraina hari ini, ini alasan Rusia mencabut kesepakatan biji-bijian laut hitam.
Baca lebih lajut »
Serangan atas Jembatan Rusia-Krimea Tewaskan 2 Warga Rusia, Putin Bersumpah Menuntut BalasPutin perintahkan peningkatan keamanan di Jembatan Kerch sepanjang 19 kilometer, mengulangi perintahnya pada Oktober 2022 saat jembatan itu diserang Ukraina.
Baca lebih lajut »
Peran Amerika Sokong Teror Ukraina Tercium, Rusia Pasang Rudal di Jembatan KrimeaJumlah rudal bahkan ditambah.
Baca lebih lajut »
Rusia Keluar dari Kesepakatan Ekspor Biji-bijian UkrainaBeberapa jam sebelumnya, sebuah ledakan merobohkan jembatan Rusia ke Krimea dalam apa yang disebut Moskow sebagai serangan oleh drone laut Ukraina.
Baca lebih lajut »