Buzzer Israel masuk ke dalam kategori 'High Capacity' berdasarkan laporan peneliti Oxford.
Terdapat sejumlah kontrak antara 778.000 dollar AS, sekitar Rp 11 miliar, hingga Rp 100 juta dollar AS, atau sekitar Rp 1,4 triliun.
Strategi yang mereka pakai menurut laporan Global Disinformation Order adalah memberikan konten yang bersifat mendukung pemerintah setempat, dan membuat oposisi terbelah.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Laporan Global Disinformation Order dari Peneliti Oxford, Begini Metode Pengerahan Buzzer di IndonesiaDari sektor pendanaan dan kekuatan, buzzer Indonesia mendapat kontrak bervariasi antara Rp 1 juta-50 juta.
Baca lebih lajut »
Begini Metode Pengerahan Buzzer di Indonesia Menurut Global Disinformation Order dari Peneliti OxfordDari sektor pendanaan dan kekuatan, buzzer Indonesia mendapat kontrak bervariasi antara Rp 1 juta-50 juta.
Baca lebih lajut »
Menurut Peneliti Oxford, Buzzer di China Berjumlah hingga 2.000.000 OrangLaporan peneliti Oxford mengungkapkan, buzzer China mulai menggunakan Facebook dan Twitter.
Baca lebih lajut »
Riset Oxford: Nilai Kontrak Buzzer Indonesia Rp 1 Juta-Rp 50 JutaBuzzer atau tentara siber di negara ini ternyata masih tergolong kasta rendah dibanding yang ada di negara lain. Namun, nilai kontrak bisa mencapai Rp 50 juta! Buzzer
Baca lebih lajut »
Riset Oxford: Buzzer di Indonesia Bekerja untuk Politikus dan SwastaPembahasan soal buzzer politik sedang mengemuka di Indonesia. Menurut penelitian dari Universitas Oxford, buzzer atau tentara siber (cyber troops) di negara ini bekerja untuk dua golongan organisasi. Buzzer Oxford
Baca lebih lajut »
Fakta-fakta Buzzer di RI Berdasarkan Riset OxfordMelalui riset dari Oxford, fakta-fakta seputar buzzer politik di Indonesia tersorot. Berikut adalah tilikan periset dari Inggris soal 'pasukan siber' di RI.
Baca lebih lajut »