Pemulihan Ekonomi Global Bisa Terhambat oleh Gelombang Kedua Korona – Bebas Akses

Indonesia Berita Berita

Pemulihan Ekonomi Global Bisa Terhambat oleh Gelombang Kedua Korona – Bebas Akses
Indonesia Berita Terbaru,Indonesia Berita utama
  • 📰 hariankompas
  • ⏱ Reading Time:
  • 57 sec. here
  • 2 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 26%
  • Publisher: 70%

Kemungkinan gelombang kedua wabah Covid-19 di dunia dikhawatirkan dapat menghambat laju pemulihan ekonomi global yang telah dibuka secara perlahan pasca-penutupan wilayah-wilayah. Internasional adadikompas

Seorang wanita melihat papan tayangan saham yang menunjukkan Indeks Hang Seng turun 5,56 persen setelah perdagangan ditutup untuk hari itu di Hong Kong pada 22 Mei 2020.

Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang turun 1,2 persen saat bursa-bursa saham Eropa bergerak fluktuatif. ”Ketakutan memiliki jalannya sendiri,” tulis analis di Mizuho Securities dalam sebuah catatan penelitian bagi kliennya. ”Jadi, tidak sulit untuk memproyeksikan ’gelombang kedua’ tekanan di pasar dari gelombang kedua kasus positif Covid-19.”Seorang pejalan kaki yang mengenakan masker wajah, sebagai tindakan pencegahan terhadap Covid-19, berdiri di depan layar pasar saham elektronik di Hong Kong, 12 Maret 2020.

Kami tidak dapat mematikan ekonomi. Saya pikir kami telah belajar bahwa jika Anda mematikan perekonomian, Anda akan membuat lebih banyak kerusakan. Komentar itu diperkuat oleh Presiden Donald Trump. Melalui media sosial Twitter, ia yakin dengan capaian ekonomi negaranya. ”Kami akan memiliki triwulan ketiga yang sangat baik, kuartal keempat yang hebat, dan salah satu tahun terbaik kami di tahun 2021,” ujarnya seraya berharap bakal segera memiliki vaksin Covid-19.Dari Berlin dilaporkan, Pemerintah Jerman setuju pemangkasan sementara pajak pertambahan nilai mulai bulan depan.

Berita ini telah kami rangkum agar Anda dapat membacanya dengan cepat. Jika Anda tertarik dengan beritanya, Anda dapat membaca teks lengkapnya di sini. Baca lebih lajut:

hariankompas /  🏆 8. in İD

Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama

Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.

OECD: Jika Gelombang Kedua Covid-19 Terjadi, Ekonomi RI Bisa Minus 3,9 Persen – Bebas AksesOECD: Jika Gelombang Kedua Covid-19 Terjadi, Ekonomi RI Bisa Minus 3,9 Persen – Bebas AksesOrganisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) memproyeksikan ekonomi RI tumbuh minus 3,9 persen jika terjadi gelombang kedua Covid-19. Pola pemulihannya tidak akan membentuk huruf V, tetapi cenderung bergelombang. Internasional adadikompas
Baca lebih lajut »

Antisipasi Gelombang Kedua Pandemi, Koreksi Rupiah Berlanjut |Republika OnlineAntisipasi Gelombang Kedua Pandemi, Koreksi Rupiah Berlanjut |Republika OnlinePasar keuangan mengantisipasi risiko gelombang kedua pandemi karena pembukaan ekonomi
Baca lebih lajut »

Ekonomi Inggris Diperkirakan Paling Terpukul Akibat Pandemi |Republika OnlineEkonomi Inggris Diperkirakan Paling Terpukul Akibat Pandemi |Republika OnlineJika ada puncak kedua pandemi, ekonomi Inggris bisa kontraksi 14 persen.
Baca lebih lajut »

Presiden: Waspadai Gelombang Kedua Pandemi – Bebas AksesPresiden: Waspadai Gelombang Kedua Pandemi – Bebas AksesPenambahan kasus harian Covid-19 terus melonjak. Upaya penanggulangan penyakit itu harus terus dilakukan agar tidak terjadi gelombang kedua pandemi penyakit itu. Humaniora adadikompas
Baca lebih lajut »

Tanpa Kedisiplinan, Pemulihan Ekonomi Bakal Makin Berat – Bebas AksesTanpa Kedisiplinan, Pemulihan Ekonomi Bakal Makin Berat – Bebas AksesUpaya memulihkan ekonomi dinilai bakal makin berat jika pelonggaran pembatasan tak diikuti kedisiplinan menerapkan protokol kesehatan. Apalagi, pelonggaran ditempuh saat jumlah kasus Covid-19 masih terus bertambah.
Baca lebih lajut »

WHO Peringatkan Gelombang Kedua Akibat Pembukaan Ekonomi - Internasional - koran.tempo.coWHO Peringatkan Gelombang Kedua Akibat Pembukaan Ekonomi - Internasional - koran.tempo.coWHO Peringatkan Gelombang Kedua Akibat Pembukaan Ekonomi
Baca lebih lajut »



Render Time: 2025-02-28 13:08:19