Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Khamenei haramkan hina Asiyah dan sahabat.
REPUBLIKA.CO.ID, IRAN— Pemimpinan Revolusi Islam Iran, Ayatollah Khamenei pernah mengeluarkan larangan penghinaan terhadap Aisyah, istri Nabi Muhammad SAW, maupun tokoh atau simbol Islam manapun, yang dimuliakan Sunni. Baca Juga "Menghina tokoh dan simbol, termasuk istri Rasulullah, Aisyah, yang dihormati oleh penganut Sunni, dilarang.
Dalam pertemuan antara ulama Syiah dan Sunni di Kermanshah pada 12 Oktober 2011 lalu, Ayatollah Khamenei mengungkapkan banyaknya pihak yang akan menyerang umat Muslim dengan berbagai cara, bahkan dengan siasat yang telah dimodernisasikan. Dalam kesempatan yang sama, Khemenei mengaku telah menerima laporan bahwa banyak dana yang telah dihabiskan demi membuat proyek-proyek penyulut perselisihan. Dia juga menyebutkan beberapa siasat para kelompok pemecah demi menghancurkan kesatuan Islam.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Positif Covid-19 Tambah 703, Jatim Tetap Tertinggi |Republika OnlineJawa Timur masih menyumbangkan penambahan kasus tertinggi dengan 141 pasien baru.
Baca lebih lajut »
Roger Federer Jadi Atlet Berpenghasilan Tertinggi 2020 |Republika OnlineRoger Federer mengejutkan dunia dengan menjadi atlet berbayaran tertinggi 2020
Baca lebih lajut »
China Perintahkan Perlindungan Tertinggi untuk Trenggiling |Republika OnlineDi China daging trenggiling dianggap sebagai makanan yang lezat.
Baca lebih lajut »
Pemimpin Amanah: Membawa Barokah (Bagian Pertama) |Republika OnlinePemimpin amanah adalah berkah yang hanya diberikan bagi umat yang taat kepada Allah
Baca lebih lajut »
Komunitas Yahudi Puji Adilnya Pemimpin Arab (UEA) |Republika OnlineKomunitas Yahudi di Uni Emirat Arab (UEA) menikmati kepemimpinan yang adil
Baca lebih lajut »
Pesta Pernikahan Picu Lonjakan Baru Kasus Covid-19 di Iran |Republika OnlinePresiden Iran tak menyebut kapan dan di mana pernikahan itu berlangsung.
Baca lebih lajut »