Pakar Ungkap Melatih Otot Sama Pentingnya dengan Kardio |Republika Online

Indonesia Berita Berita

Pakar Ungkap Melatih Otot Sama Pentingnya dengan Kardio |Republika Online
Indonesia Berita Terbaru,Indonesia Berita utama
  • 📰 republikaonline
  • ⏱ Reading Time:
  • 53 sec. here
  • 2 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 25%
  • Publisher: 63%

Melatih otot memiliki efek jangka panjang lebih dibandingkan sekadar kardio

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kita sering mendengar bahwa aktivitas fisik yang teratur adalah kunci kesehatan dan kesejahteraan yang baik. Bagi kebanyakan dari kita, ketika kita mendengar 'aktivitas fisik', kita biasanya memikirkan tentang latihan aerobik seperti berjalan kaki, jogging, dan bersepeda. Tetapi bukti terbaru menunjukkan latihan penguatan otot sangat bermanfaat bagi kesehatan kita.

Lebih dari 30 tahun penelitian klinis telah menunjukkan bahwa latihan penguatan otot meningkatkan massa otot, kekuatan, dan kepadatan mineral tulang. Ini meningkatkan kapasitas tubuh kita untuk membersihkan gula dan lemak dari aliran darah, dan meningkatkan kemampuan kita untuk melakukan aktivitas sehari-hari seperti berjalan menaiki tangga atau naik turun kursi.

Dibandingkan dengan latihan aerobik seperti jogging, studi klinis menunjukkan bahwa latihan penguatan otot memiliki efek yang lebih besar pada penyakit terkait usia seperti sarcopenia , penurunan kognitif, dan fungsi fisik. Data lainnya menyebutkan, lebih dari 1,6 juta orang dewasa AS menunjukkan hampir dua kali lebih banyak yang tidak melakukan latihan penguatan otot sama sekali, dibandingkan dengan mereka yang tidak melakukan latihan aerobik.- melibatkan pemahaman dasar tentang terminologi tertentu - membutuhkan kepercayaan diri untuk melakukan aktivitas yang berpotensi menantang Tidak seperti kebanyakan latihan aerobik, latihan kekuatan bisa dilakukan di rumah.

Berita ini telah kami rangkum agar Anda dapat membacanya dengan cepat. Jika Anda tertarik dengan beritanya, Anda dapat membaca teks lengkapnya di sini. Baca lebih lajut:

republikaonline /  🏆 16. in İD

Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama

Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.

Pakar Filologi UIN: Kesultanan Nusantara Bukan Khilafah |Republika OnlinePakar Filologi UIN: Kesultanan Nusantara Bukan Khilafah |Republika OnlineTidak ada jejak manuskrip kesultanan nusantara bersistem khilafah.
Baca lebih lajut »

Pakar Nilai KPK Harusnya Fokus pada Tipikor Penegak Hukum |Republika OnlinePakar Nilai KPK Harusnya Fokus pada Tipikor Penegak Hukum |Republika OnlineKPK seharusnya fokus pada tipikor yang dilakukan oleh aparat penegak hukum dan hakim.
Baca lebih lajut »

Pakar Duga Penularan Corona di Pabrik LG Sudah Berlangsung LamaPakar Duga Penularan Corona di Pabrik LG Sudah Berlangsung Lama238 Karyawan LG positif Corona. Pakar epidemiologi Tri Yunis Miko Wahyono menduga penyebaran Corona di pabrik LG sudah berlangsung lama. VirusCorona LG
Baca lebih lajut »

Pakar Fotografi Belanda Ini Terpikat Keindahan Alam IndonesiaPakar Fotografi Belanda Ini Terpikat Keindahan Alam IndonesiaPakar fotografi dari Belanda, KiLyn Tan, mengaku terpikat dengan keindahan alam Indonesia. Bahkan, Founder Click Click Community...
Baca lebih lajut »

Pakar UGM Sebut Ekonomi RI Baru Bisa Positif di Kuartal IVPakar UGM Sebut Ekonomi RI Baru Bisa Positif di Kuartal IVEkonomi Indonesia kemungkinan positif pada kuartal IV. Pakar ekonomi mengatakan negatifnya ekonomi RI ini memang sudah diprediksi sebelumnya. via detikfinance
Baca lebih lajut »

Kata Pakar Soal Efek Samping yang Dirasakan Relawan Uji Vaksin COVID-19Kata Pakar Soal Efek Samping yang Dirasakan Relawan Uji Vaksin COVID-19Pakar menjelaskan efek samping yang dirasakan relawan penerima vaksin COVID-19. Sejumlah relawan mengaku merasakan kantuk setelah menerima vaksin COVID-19. via detikHealth
Baca lebih lajut »



Render Time: 2025-04-07 00:01:44