Oktober, Piutang Pembiayaan Multifinance Rp 402,64 Triliun

Indonesia Berita Berita

Oktober, Piutang Pembiayaan Multifinance Rp 402,64 Triliun
Indonesia Berita Terbaru,Indonesia Berita utama
  • 📰 Beritasatu
  • ⏱ Reading Time:
  • 42 sec. here
  • 2 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 20%
  • Publisher: 59%

Kinerja pembiayaan multifinance terus melanjutkan tren positif seiring pemulihan nasional khususnya di sektor otomotif.

Jakarta, Beritasatu.com- Setelah sempat terkontraksi selama periode pandemi, kinerja pembiayaan multifinance terus melanjutkan tren positif seiring pemulihan nasional khususnya di sektor otomotif. Per Oktober 2022, nilai piutang pembiayaan mencapai Rp 402,64 triliun atau tumbuh signifikan sebesar 12,17% year on year .OJK Catat Pembiayaan Kendaraan Listrik Terus Meningkat "Pengelolaan risiko pembiayaan juga terus membaik, tercermin dari tren penurunan rasio non-performing financing .

Dia mengatakan, nilai piutang pembiayaan restrukturisasi terus mengalami penurunan. Outstanding pembiayaan restrukturisasi Covid-19 per September 2022 sebesar Rp 19,22 triliun, menurun dibandingkan Rp 20,70 triliun pada Agustus 2022. Nilai itu juga susut sampai dengan 57,09% .Kuartal III, Piutang Pembiayaan Multifinance Tumbuh 10,68% Adapun jumlah kontrak yang direstrukturisasi juga mengalami penurunan yang signifikan dari 2,51 juta pada September 2020 menjadi 560.

"Oleh karena itu, OJK juga terus memantau perkembangan kinerja pembiayaan multifinance yang direstrukturisasi sebagai dasar untuk menentukan kebijakan restrukturisasi. Untuk itu OJK juga mempertimbangkan rencana perpanjangan restrukturisasi yang berkaitan dengan pembiayaan secara selektif, khususnya bagi kelompok usaha UMKM," tandas Ogi.

Berita ini telah kami rangkum agar Anda dapat membacanya dengan cepat. Jika Anda tertarik dengan beritanya, Anda dapat membaca teks lengkapnya di sini. Baca lebih lajut:

Beritasatu /  🏆 26. in İD

Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama

Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.

Efek Penipuan Online di IPB, Begini Wanti-wanti OJK ke PayLaterEfek Penipuan Online di IPB, Begini Wanti-wanti OJK ke PayLaterOJK meminta perusahaan pembiayaan yang menjalankan bisnis pembiayaan dengan metode pembayaran Buy Now Pay Later (BNPL) memperbaiki proses bisnisnya.
Baca lebih lajut »

Penipuan Online di IPB University, Begini Wanti-wanti OJK ke PayLaterPenipuan Online di IPB University, Begini Wanti-wanti OJK ke PayLaterOJK meminta perusahaan pembiayaan yang menjalankan bisnis pembiayaan dengan metode pembayaran Buy Now Pay Later (BNPL) memperbaiki proses bisnisnya.
Baca lebih lajut »

Ada Asuransi Baru, LPEI Beri Tanggungan Ganti Rugi Risiko Ekspor Capai Rp 10,9 TriliunAda Asuransi Baru, LPEI Beri Tanggungan Ganti Rugi Risiko Ekspor Capai Rp 10,9 TriliunLembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) bakal menanggung kerugian dari risiko yang timbul dalam kegiatan ekspor.
Baca lebih lajut »

Ini Alasan OJK Perpanjang Restrukturisasi Kredit hingga 2024Ini Alasan OJK Perpanjang Restrukturisasi Kredit hingga 2024Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi mengumumkan perpanjangan program restrukturisasi kredit/pembiayaan sampai dengan 31 Maret 2024.
Baca lebih lajut »

9.057 Akad Kredit Massal Digelar saat Tapera Property Expo 20229.057 Akad Kredit Massal Digelar saat Tapera Property Expo 2022'Akad kredit massal ini memperlihatkan komitmen Bank dalam menyalurkan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP),' kata Adi.
Baca lebih lajut »

Holding Danareksa Jajaki Kerja Sama Pendanaan dengan PUPRHolding Danareksa Jajaki Kerja Sama Pendanaan dengan PUPRHolding BUMN Danareksa telah mulai menjajaki kerja sama pembiayaan dengan PUPR.
Baca lebih lajut »



Render Time: 2025-02-26 19:06:43