Nilai restrukturisasi kredit UMKM per 15 Juni mencapai Rp 298,86 triliun.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Otoritas Jasa Keuangan mendorong mulai bergeraknya kembali sektor riil dalam era adaptasi kebiasaan baru menuju masyarakat produktif dan aman Covid-19. OJK juga mendukung langkah pemerintah yang menempatkan uang negara kepada bank umum dalam rangka percepatan pemulihan ekonomi nasional.
Untuk sektor UMKM, nilai restrukturisasi mencapai Rp 298,86 triliun yang berasal dari 5,17 juta debitur. Sedangkan untuk non UMKM, realisasi restrukturisasi mencapai 1,1 juta debitur dengan nilai restrukturisasi sebesar Rp 356,98 triliun. Realisasinya, dari 4,15 juta jumlah kontrak permohonan restrukturisasi yang diterima perusahaan pembiayaan, sudah ada 3,43 juta yang disetujui. Adapun total nilainya mencapai Rp 121,92 triliun.
Sementara sampai dengan 23 Juni 2020, penghimpunan dana melalui pasar modal tercatat mencapai Rp 39,6 triliun dari 22 emiten. Di dalam pipeline telah terdapat 83 emiten yang akan melakukan penawaran umum dengan total indikasi penawaran sebesar Rp 44,6 triliun. Sementara itu, likuiditas dan permodalan perbankan berada pada level yang memadai. Hingga 17 Juni 2020, Rasio alat likuid/non-core deposit dan alat likuid/DPK terpantau pada level 123,2 persen dan 26,2 persen, jauh di atas threshold masing-masing sebesar 50 persen dan 10 persen.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Sektor Keuangan Dorong IHSG ke Level 4.964IHSG ditutup menguat ke level 4.964 atau naik 85,6 poin didorong sektor keuangan pada penutupan Rabu, (24/6).
Baca lebih lajut »
Prudential Kantongi Izin OJK untuk Pasarkan Produk Asuransi Secara VirtualPrudential telah mendapatkan izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melakukan pemasaran produk asuransi unit link secara tatap muka virtual.
Baca lebih lajut »
OJK NTT Beri Bantuan APD untuk Penanganan Covid-19 di Kupang |Republika OnlineBantuan berasal dari 80an perusahaan yang bergerak di bidang jasa keuangan
Baca lebih lajut »
2021, Bos OJK Prediksi Penyaluran Kredit Naik Rp 600 TriliunKetua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Wimboh Santoso memprediksi pertumbuhan kredit pada tahun 2021 akan mencapai 7 persen-9 persen.
Baca lebih lajut »
OJK Pastikan Bank di RI Masih Sehat Walau Ada CoronaOJK mengakui ada satu atau dua bank yang indikator keuangannya perlu diperhatikan saat corona. Meski demikian, secara keseluruhan bank di RI masih sehat.
Baca lebih lajut »
OJK Luncurkan Aplikasi Database Akuntan PublikOJK dorong implementasi teknologi dalam mengawasi kegiatan dan kinerja industri keuangan baik bank maupun nonbank.
Baca lebih lajut »