Epidemiolog Pandu Riono meragukan metode penelitian obat kombinasi Covid-19 hasil kerja sama Unair, TNI AD, dan Badan Intelijen Negara ini. KoranTempo
JAKARTA – Klaim penemuan obat kombinasi Covid-19 hasil kerja sama Universitas Airlangga Surabaya, Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat, dan Badan Intelijen Negara mengundang kontroversi. Epidemiolog asal Universitas Indonesia, Pandu Riono, meragukan metode penelitian obat kombinasi ini.
Selain itu, kata Pandu, setiap uji klinis ada prinsip kehati-hatian, sehingga harus dilakukan secara terbuka dan transparan serta harus teregistrasi secara internasional. Ia menyebutkan obat kombinasi ini belum diregistrasi uji klinis di Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO. Pandu menuturkan seharusnya bukan TNI Angkatan Darat yang melaporkan hasil penelitian kepada BPOM, melainkan tim peneliti dari Universitas Airlangga. Meskipun, misalnya, TNI AD dan BIN merupakan sponsor dalam penelitian ini, ia memandang peneliti yang harus melaporkannya ke BPOM. “Hasil itu harus dilaporkan secara resmi. Presentasi bagaimana hasilnya, enggak otomatis hasilnya valid,” kata dia.
Pada awal Juli lalu, BPOM menerbitkan persetujuan pelaksanaan uji klinis untuk penelitian ini. Uji klinis dilakukan pada Juli-awal Agustus sesuai dengan protokol yang disetujui BPOM. Berdasarkan hasil evaluasi Unair, obat kombinasi ini relatif aman diberikan dengan mengevaluasi pemeriksaan klinis, fungsi liver, ginjal, dan ECG.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Update Covid-19: Tambah 1.821, Kasus Positif Covid-19 di Indonesia Jadi 141.370Penambahan kasus baru Covid-19 sebanyak 1.821 ini didapat dari hasil pemeriksaan spesimen sebanyak 12.453.
Baca lebih lajut »
Memastikan Validitas Obat Covid-19 Racikan Unair |Republika OnlineMuncul dugaan riset obat Covid-19 Unair belum dipublikasikan sesuai standar dunia.
Baca lebih lajut »
Unair Temukan Kombinasi Obat Covid-19 Pertama di Dunia |Republika OnlineRektor Unair menjelaskan obat tersebut merupakan kombinasi dari berbagai macam obat.
Baca lebih lajut »
BIN Bersama TNI AD Percepat Proses Uji Klinis Obat COVID-19Uji klinis obat COVID-19 telah diserahkan kepada BIN dan TNI AD untuk dilakukan pengujian lanjutan. BIN
Baca lebih lajut »
Pengamat: Temuan Obat COVID-19 Milik BIN-TNI Selaras dengan OMSPHasil penelitian atau temuan obat kombinasi untuk pasien COVID-19 yang diprakarsai BIN dan TNI AD selaras dengan bentuk...
Baca lebih lajut »
Respons Sukamta PKS Soal Obat Covid-19 Temuan Universitas AirlanggaSukamta mengapresiasi temuan obat Covid-19 dari peneliti Indonesia. Lalu kapan obat ini bisa segera diedarkan? vaksincovid-19
Baca lebih lajut »