Abiy Ahmed dinilai menciptakan perdamaian dengan Eritrea.
REPUBLIKA.CO.ID, OSLO -- Perdana Menteri Ethiopia Abiy Ahmed meraih Nobel Perdamaian 2019. Penghargaan ini sebagai bentuk apresiasi atas upayanya menciptakan perdamaian dengan Eritrea.
Komite Nobel Norwegia menambahkan hadiah ini juga mengakui semua pihak yang bekerja untuk perdamaian dan rekonsiliasi di Ethiopia dan wilayah Timur dan Utara Afrika. Abiy Ahmed yang berusia 43 tahun adalah kepala negara termuda di Afrika. Ia meliberalisasi sebagian perekonomian yang dikuasai negara. Ahmed juga merombak angkatan bersenjata yang membuat koalisi berkuasa mempertahankan kekuasaan mereka sejak 1991. Janji-janji Ahmed meningkatkan harapan baik di Ethiopia maupun luar negeri.
Salah satunya tantangan dari koalisinya sendiri yang menolak berubah. Kemungkinan ia juga harus menghadapi kekerasan. Seperti ketika pemimpin milisi sebuah negara bagian membunuh presiden negara bagian itu dan beberapa petinggi lainnya pada Juni lalu.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
PM Ethiopia Abiy Ahmed Dianugerahi Hadiah Nobel Perdamaian 2019Dia dipilih karena upayanya mencapai perdamaian dalam konflik dengan Eritrea.
Baca lebih lajut »
Nobel Kedokteran untuk Penelisik Oksigen di Tubuh – Bebas AksesDengan mempelajari bagaimana sel-sel tubuh beradaptasi terhadap perubahan kadar oksigen, trio peneliti dari Amerika Serikat dan Inggris mendapatkan penghargaan Nobel Fisiologi dan Kedokteran 2019. Sosok AdadiKompas NobelPrize Baca:
Baca lebih lajut »
Tiga Ilmuwan Penemu Baterai Lithium-ion Menangi Nobel Kimia 2019'Baterai yang ringan, dapat diisi ulang, dan bertenaga ini sekarang digunakan dalam segala hal mulai dari ponsel hingga laptop dan kendaraan listrik, dan juga dapat menyimpan sejumlah besar energi dari tenaga surya dan angin.'
Baca lebih lajut »
Peraih Nobel Fisika Jawab Kemungkinan Manusia Pindah PlanetPeraih Nobel Fisika meyakinkan bumi harus dijaga karena satu-satunya tempat tinggal.
Baca lebih lajut »
Dipakai ponsel hingga mobil, penemu baterai lithium-ion sabet Nobel - ANTARA NewsRevolusi teknologi penyimpanan daya pada baterai lithium-ion yang sangat berguna untuk kehidupan modern mengantarkan tiga penemunya John Goodenough, Stanley ...
Baca lebih lajut »