Di tengah situasi panas Belarus, NATO dituding sengaja menempatkan pasukan di perbatasan negara tersebut. Namun, NATO menepis tuduhan yang dinilai tidak berdasar.
NATO menepis tuduhan Presiden Belarus, Alexander Lukashenko, terkait kekuatan asing yang mengatur penambahan pasukan di perbatasan negara tersebut. Tuduhan itu dinilai sebagai klaim tidak berdasar.
Para pengunjuk rasa menuntut agar Lukashenko mundur. Pemimpin yang memerintah Belarus selama 26 tahun itu menuding NATO berusaha memecah belah Belarus, serta melantik presiden baru.Dia mengatakan pasukan di Polandia dan Lithuania sedang mempersiapkan diri. Tidak terima, pihaknya pun mengerahkan angkatan bersenjata ke perbatasan barat.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Oposisi Belarus: Warga Tidak Akan Memaafkan Alexander LukashenkoKepala oposisi Belarus, Svetlana Tikhanouskaya, yakin Presiden Alexander Lukashenko tidak akan bertahan lama di kursi kekuasaannya.
Baca lebih lajut »
Jika Pilpres Belarus Diulang, Svetlana Tikhanouskaya Tak Akan IkutKepala kubu oposisi Belarus, Svetlana Tikhanouskaya, menyampaikan bahwa ia tidak akan ikut Pilpres Belarus apabila diulang.
Baca lebih lajut »
Bioskop-bioskop di AS Dibuka Kembali dengan Protokol KetatNATO AS mengatakan bahwa dengan protokol yang ketat, menonton film di bioskop sama amannya dengan makan di restoran, naik pesawat, atau beribadah berjemaah.
Baca lebih lajut »
Shin Tae-yong Bantah Inginkan Pemain Naturalisasi di Timnas U-19Shin menyebutkan pihaknya bakal terus memantau perkembangan para pemain keturunan yang bermain di luar negeri. Bila ada yang sesuai dengan kriterianya akan dipanggilnya.
Baca lebih lajut »