Lagi-lagi ada kasus bubble tea merenggut jiwa! Seorang bocah 8 tahun meninggal dunia karena kanker ginjal yang diduga penyebabnya kebanyakan minum bubble tea sejak kecil. viral via detikHealth
, ayahnya merupakan seorang ahli dessert atau makanan pencuci mulut. Sejak usia anaknya dua tahun, sang ayah selalu membawakannya makanan penutup yang lezat dan manis serta membelikannya bubble tea setiap hari.
Selama bertahun-tahun, tubuh bocah itu pun menggemuk. Namun pada Januari lalu, bocah itu kerap mengeluhkan sakit perut dan berat badannya menyusut hanya dalam beberapa hari.Karena khawatir dengan kondisinya, orang tuanya pun membawanya ke rumah sakit. Dokter melakukan biopsi dan menemukan bahwa fungsi hati dan ginjal bocah itu terganggu dan kemudian ia didiagnosis kanker ginjal.
Dokter mengungkapkan bahwa penyebab utama kerusakan ginjal bocah itu adalah makanan dan minuman manis yang selalu dikonsumsinya setiap hari. "Itu semua salah saya. Itu karena saya telah melukainya. Dia masih sangat kecil, itu salahku!" ungkap sang ayah yang tidak disebutkan namanya sembari menangis. Setelah menjalani perawatan intensif selama 30 hari, bocah itu tidak dapat mengalahkan penyakitnya. Ia akhirnya meninggal dunia.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Kisah Endro, Selamat Setelah Mengapung 5 Hari dan Minum Air Kencing hingga Tangkap IkanUntuk mengatasi haus, Endro meminum air kencingnya dua kali dalam sehari. Dia pun sempat menangkap seekor ikan dan memakannya.
Baca lebih lajut »
Cerita Korban KM Pieces Bertahan Hidup, Berhari-hari Minum Air Seni hingga Makan Ikan MentahEndro (40), korban selamat dari KM Pieches yang tenggelam di Kalimantan Selatan mengatakan, terpaksa meminum air seninya untuk bertahan hidup.
Baca lebih lajut »
Minum Air Lemon tidak Turunkan Berat BadanBanyak orang meyakini minum air lemon bisa membantu menurunkan berat badan.
Baca lebih lajut »
Mbah Moen Sempat Lemas dan Minum Air Zam Zam
Baca lebih lajut »