Meski Dikenai Sanksi Ekonomi, Produk Barat Masih Banyak Beredar di Rusia |Republika Online

Indonesia Berita Berita

Meski Dikenai Sanksi Ekonomi, Produk Barat Masih Banyak Beredar di Rusia |Republika Online
Indonesia Berita Terbaru,Indonesia Berita utama
  • 📰 republikaonline
  • ⏱ Reading Time:
  • 48 sec. here
  • 2 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 22%
  • Publisher: 63%

Perusahaan Eropa, Amerika Utara, dan Jepang telah hengkang dari Rusia sejak invasi.

Hal paling penting adalah barang terkait tidak dikenai sanksi dan dikirim melalui arus lintas batas yang legal. Moskow dengan senang hati mengizinkan masuknya produk Barat melalui rute apa pun yang mereka ambil.

Konsumen Rusia punya andil terhadap penguatan mata uang rubel, yang sebelumnya sempat mengalami penurunan pada awal invasi. Direktur Pemasaran layanan pengiriman dari situs e-commerce asing CDEK Forward, Dinara Ismailova, mengatakan, dinamika mata uang disebabkan oleh meningkatnya pengiriman dari Turki sebanyak tujuh kali lipat.

Saat rantai pasokan terganggu, Rusia melegalkan impor paralel, yang memungkinkan pengecer membawa produk dari luar negeri tanpa izin pemilik merek dagang. Situs e-commerce menjual berbagai macam barang impor, dan penjual sering mempromosikan bahwa mereka membawa produk dari luar negeri. "Kontak dengan cepat dibuat dan kontrak baru dengan mitra baru ditandatangani, aliran uang baru dan rantai pasokan logistik dengan perusahaan Turki, Polandia dan Kazakh diluncurkan. Namun, pembeli yang membayar lebih untuk ketidaknyamanan baru ini," kata karyawan yang tak mau disebutkan namanya.

Berita ini telah kami rangkum agar Anda dapat membacanya dengan cepat. Jika Anda tertarik dengan beritanya, Anda dapat membaca teks lengkapnya di sini. Baca lebih lajut:

republikaonline /  🏆 16. in İD

Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama

Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.

Kabar Terbaru! Tsunami Kebangkrutan di Amerika, Eropa & ChinaKabar Terbaru! Tsunami Kebangkrutan di Amerika, Eropa & ChinaMerosotnya ekonomi, inflasi hingga era suku bunga yang tinggi kian membawa negara-negara global ke jurang resesi.
Baca lebih lajut »

Foto : Kunjungan Pertama ke Kyiv Sejak Invasi Rusia, Joe Biden Peluk Erat Presiden Ukraina | merdeka.comFoto : Kunjungan Pertama ke Kyiv Sejak Invasi Rusia, Joe Biden Peluk Erat Presiden Ukraina | merdeka.comKunjungan Presiden AS ke Ukraina ini merupakan yang pertama kalinya sejak invasi Rusia pecah. Dalam kunjungannya, Joe Biden menyatakan Washington akan terus memberikan dukungan ke Kyiv dengan mengirimkan banyak bantuan untuk Ukraina yang salah satunya menjanjikan peningkatan senjata ke Ukraina.,Joe Biden,Volodymyr Zelensky,Ukraina,Amerika Serikat,Rusia,Invansi Rusia,Rusia Serang Ukraina,Rusia dan Ukraina,Perang Rusia Ukraina,Viral Hari Ini
Baca lebih lajut »

'Anak Badung' Eropa, Terang-terangan Tolak Sanksi untuk Rusia'Anak Badung' Eropa, Terang-terangan Tolak Sanksi untuk RusiaHungaria kini menjadi si 'anak badung' Eropa. Negara tersebut terang-terangan menolak sanksi untuk Rusia.
Baca lebih lajut »

AS, Uni Eropa: Bantuan Senjata China ke Rusia akan Miliki KonsekuensiAS, Uni Eropa: Bantuan Senjata China ke Rusia akan Miliki KonsekuensiAmerika Serikat dan Uni Eropa pada Senin (20/2) memperingatkan konsekuensi yang tidak ditentukan jika China memberikan bantuan senjata mematikan untuk pasukan Rusia yang berperang di Ukraina. Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan kepada wartawan bahwa akan ada “konsekuensi nyata”...
Baca lebih lajut »

Putin Menarik Rusia dari Perjanjian Nuklir Terakhir dengan Amerika SerikatPutin Menarik Rusia dari Perjanjian Nuklir Terakhir dengan Amerika SerikatPresiden Vladimir Putin mengumumkan Moskow menangguhkan partisipasinya dalam perjanjian nuklir terakhir yang tersisa antara Rusia dan Amerika Serikat (AS). Presiden...
Baca lebih lajut »

Putin Umumkan Rusia Menangguhkan Perjanjian Kontrol Senjata Nuklir dengan Amerika SerikatPutin Umumkan Rusia Menangguhkan Perjanjian Kontrol Senjata Nuklir dengan Amerika SerikatPakta New START ditandatangani pada tahun 2010. Kemudian pada tahun 2021, perjanjian tersebut diperpanjang selama lima tahun, yaitu hingga 2026.
Baca lebih lajut »



Render Time: 2025-02-26 14:49:14