Merosotnya ekonomi, inflasi hingga era suku bunga yang tinggi kian membawa negara-negara global ke jurang resesi.
Sejak meletusnya perang Rusia-Ukraina 14 Februari 2022, yang menjadi sorotan tentu saja negara 'super power di dunia' AS, Eropa, dan China. Ini
Ekonomi AS saat ini masih terbilang kuat meskipun bank sentralnya menaikkan suku bunga terus menerus dan belum menunjukkan tanda-tanda berakhir untuk meredam inflasi yang melonjak 'gila-gilaan'. Dengan kenaikan ini, maka runtuh sudah harapan bahwa The Fed bakal meredam bahkan menurunkan suku bunganya. Kendati demikian, ekonomi AS masih sangat kuat. Ekonomi AS berhasil tumbuh 2,9% pada kuartal IV-2022.ekonomi AS pada 2022 tumbuh 2,1 persen. Memang jauh di bawah pertumbuhan pada 2021 sebesar 5,9 persen karena saat itu permintaan kembali pulih karena ada pelonggaran aktivitas ekonomi setelah ditutup karena pandemi.
Alasan PHK Amazon ini dipicu oleh kondisi ekonomi global yang tidak stabil, Amazon juga mengaku ada strategi perusahaan yang kurang tepat dengan merekrut terlalu banyak karyawan selama periode pandemi sehingga terus tertekan ketika guncangan ekonomi pasca perang meletus.Sementara di kawasan Eropa, prospek perekonomiannya pada tahun ini lebih menantang, meskipun mulai ada tanda-tanda Eropa mulai bangkit dari keterpurukan karena krisis energi.
Oleh sebab itu, IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi di kawasan Eropa pada tahun ini hanya mencapai 0,7%. Melihat proyeksi pertumbuhan IMF untuk Eropa tahun ini, juga bisa dikatakan bahwa pertumbuhan ekonomi di kawasan ini masih sangat lemahEkonomi zona Euro membukukan pertumbuhan positif pada kuartal terakhir tahun 2022. Ini mengalahkan ekspektasi dan mengurangi kekhawatiran akan potensi resesi di blok tersebut yang sudah didegungkan sejak tahun lalu.
Artinya, perusahaan Jerman sangat terpukul oleh lonjakan harga energi, yang tahun lalu mencapai rekor tertinggi di Eropa. Bahkan industri Jerman akan membayar sekitar 40% lebih banyak untuk energi pada 2023 dibandingkan pada 2021, sebelum krisis.Badan Statistik Eurostat melaporkan bahwa sejumlah perusahaan negara-negara Eropa melonjak ke level tertinggi selama 3 bulan terakhir. Perusahaan diketahui mengalami gagal bayar.
Karena terkait kontrak, Uniper diketahui tak bisa menaikkan harga jual gasnya kepada pelanggan. Dan mengalami kerugian 100 juta euro setiap harinya.Beralih China yang beberapa waktu terakhir sempat tertekan akibat pandemi Covid-19 yang masih berkutat di negara tersebut. Akhir-akhir ini akhirnya membawa kabar bahagia di mana sejumlah pakar ekonomi dari Dana Moneter Internasional optimis terkait prospek pertumbuhan ekonomi China tahun ini.
Saat ini, IMF juga memperkirakan bahwa pertumbuhan ekonomi China bahkan mencapai 4,5% pada tahun depan dan China diramal akan terus menjadi salah satu negara besar uang bisa membukukan pertumbuhan terkuat tahun ini.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Simak! Kabar Terbaru Larangan Dolar Eksportir Dibawa KaburDua bulan berlalu, revisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 1 Tahun 2019 tentang devisa hasil ekspor (DHE) tak kunjung tuntas.
Baca lebih lajut »
Kabar Terbaru Tentang Pilot Susi Air yang Disandera KKBKapolres Nduga AKBP Rio Alexander Panelewen menyampaikan kabar terbaru terkait Pilot Susi Air Kapten Philips Max Martheins yang disandera KKB.
Baca lebih lajut »
Chevron Hengkang di Proyek Raksasa RI, Ini Kabar PenggantinyaSKK Migas menyampaikan kabar terbaru terkait calon pengganti Chevron di proyek gas raksasa RI ini.
Baca lebih lajut »
Terbaru, Harga Emas Pegadaian Hari Ini 20 Februari 2023Berikut ini daftar lengkap dan terbaru harga emas Pegadaian hari ini 20 Februari 2023.
Baca lebih lajut »
Gempa Bumi Magnitudo 5,2 Guncang Sinabang Aceh, Tidak Berpotensi TsunamiGempa bumi berkekuatan magnitudo 5,2 di Sinabang, Aceh, Senin (20/2/2023) tidak berpotensi tsunami.
Baca lebih lajut »