Meski di Australia, Mahasiswa LGBT Indonesia Masih Takut Status Mereka Terungkap

Indonesia Berita Berita

Meski di Australia, Mahasiswa LGBT Indonesia Masih Takut Status Mereka Terungkap
Indonesia Berita Terbaru,Indonesia Berita utama
  • 📰 liputan6dotcom
  • ⏱ Reading Time:
  • 67 sec. here
  • 3 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 30%
  • Publisher: 83%

Walau orientasi seksual mereka sudah diketahui beberapa teman di Australia, kedua pria berorientasi gay asal Indonesia ini belum terbuka seluruhnya karena rasa takut.

Liputan6.com, Canberra - Pengesahan undang-undang pernikahan sesama jenis di Australia pada 2017 merupakan pintu terbuka bagi anggota komunitas LGBT yang negaranya kurang ramah terhadap komunitas tersebut.

Sementara itu, Aldi yang menuntut ilmu di Melbourne, Australia atas suruhan dari orangtuanya di Indonesia saat ini merasa senang karena sudah tergabung aktif dalam sebuah komunitas LGBT di negara itu. Ketakutan seperti apa yang tetap mereka alami meski berada di negara di mana pernikahan sesama jenis itu sah?

Rasa malu dan kecewa adalah perasaan yang ia takutkan akan muncul di keluarganya sebagai reaksi dari pengakuannya sebagai seorang pria gay. Menurutnya, pandangan buruk dan persepsi orang beragama tentang orang berorientasi seksual berbeda adalah sumber ketakutan yang menyebabkannya tidak dapat berkumpul dengan mereka.

"Saya tidak ada kesempatan memberitahu mereka, saya dikonfrontasi," kata pria 22 tahun itu dalam wawancara tatap muka bersama ABC Indonesia di sebuah kafe di Melbourne. Ia namun berharap agar suatu saat orangtuanya akan menerima identitas seksualnya sebagai pria gay apa adanya. Meski merasa takut keluarga akan kecewa, ia mengatakan bahwa seiring waktu keberanian untuk bicara tersebut akan muncul.

Budi yang adalah lulusan Monash University ini melakukan hal tersebut setelah tahu bahwa momennya sudah tepat. Kini, Budi duduk sebagai direktur di sebuah agensi pelatihan dan konsultasi yang berfokus pada topik keragaman, inklusi dan di dalamnya termasuk LGBTIQ.

Berita ini telah kami rangkum agar Anda dapat membacanya dengan cepat. Jika Anda tertarik dengan beritanya, Anda dapat membaca teks lengkapnya di sini. Baca lebih lajut:

liputan6dotcom /  🏆 4. in İD

Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama

Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.

PKS Heran Jokowi Masih Gaet Parpol Meski Legitimasi KuatPKS Heran Jokowi Masih Gaet Parpol Meski Legitimasi KuatMeski tak takut sendirian jadi oposisi, PKS mengaku heran Presiden Jokowi masih mencoba menarik parpol lain ke koalisinya meski unggul jauh di Pilpres 2019.
Baca lebih lajut »

Induk Organisasi Mahasiswa China Mata-matai MahasiswaKedubes China di Australia dituding manfaatkan organisasi induk mahasiswa China
Baca lebih lajut »

Jonan: 1.000 Kecamatan di RI Tidak Punya SPBU ResmiJonan: 1.000 Kecamatan di RI Tidak Punya SPBU Resmi'Sekarang sudah selesai 170 sampai minggu lalu. Kita mau coba lagi bangun 330 jadi total 500. Kenapa? Karena 1.000 kecamatan di Indonesia dari 7.500 tidak punya SPBU resmi,' IgnasiusJonan via detikfinance
Baca lebih lajut »

Swasta Berperan Penting dalam Mengentaskan Kemiskinan RISwasta Berperan Penting dalam Mengentaskan Kemiskinan RIKemiskinan masih menjadi permasalahan besar di Indonesia.
Baca lebih lajut »

UNDP: Kemiskinan Indonesia Berkurang 0,2 Poin Selama SetahunUNDP: Kemiskinan Indonesia Berkurang 0,2 Poin Selama SetahunIndonesia masih memiliki tantangan besar dari segi pemerataan di desa dan kota.
Baca lebih lajut »

Tak Ada Perppu KPK Sampai Deadline, BEM Trisakti Belum Akan DemoTak Ada Perppu KPK Sampai Deadline, BEM Trisakti Belum Akan DemoMeskipun 'deadline' agar Presiden Jokowi menerbitkan Perppu KPK berakhir, BEM Trisakti dan sejumlah perwakilan mahasiswa tak akan menggelar demo pada esok hari. Kenapa? DemoMahasiswa PerppuKPK
Baca lebih lajut »



Render Time: 2025-03-28 03:53:54