Di tengah pandemi yang masih ganas pada 2020, Diana Dee Mohy, seorang ibu rumah tangga memutuskan untuk mempercantik Posyandu yang kumuh dengan membuat mural bernuansa alam.
Liputan6.com, Jakarta - Saat pandemi Covid-19 masih ganas pada 2020 lalu, Diana Dee Mohy, seorang ibu rumah tangga berumur 48 tahun, memutuskan untuk mempercantik Posyandu yang kumuh dengan membuat mural bernuansa alam.
Diana menjelaskan bahwa ia ingin mendukung suasana Posyandu yang berada di RTH dengan menambah semarak dengan lukisan bunga yang warna-warni. “Jadi untuk mendukung suasana, dan menambah semarak saya melukis bunga yang warna-warni dengan pohon bougenville merah sebagai poin interestnya. Jendela berwarna biru seperti yang ada di Italia. Supaya orang yang melihat merasa seperti berlibur di taman bunga,” ujar Diana.
2 dari 4 halamanWaktu Pengerjaan MuralProses pembuatan mural Posyandu ini memakan waktu selama tiga minggu pada bulan Agustus 2020. Setiap paginya, Diana mengerjakan mural selama kurang lebih 2 hingga 6 jam. Proses pembuatan mural ini tentunya juga menemui banyak tantangan, seperti cuaca yang sangat panas namun terkadang juga hujan.
Diana mendapat sambutan hangat dari para tetangga yang sangat antusias terhadap karyanya. Hal ini karena pada saat itu, warga diminta untuk tetap beraktivitas di rumah sementara karena pandemi masih melanda.3 dari 4 halamanMural Jadi Tempat BerfotoMural Posyandu ini sekarang menjadi daya tarik tersendiri bagi para warga sekitar.
Namun, kini, tembok mural itu sudah tampak berdebu. Diana berharap dapat segera mengecatnya kembali. “Rencana setelah idul fitri ingin retouch kembali mural supaya lebih fresh,” ungkapnya. Dari situlah Diana mulai diperkenalkan dengan komunitas pelukis Bogor dan mulai ikut serta dalam pameran bersama. Namun, meskipun telah dikenalkan dengan komunitas pelukis, mural bukanlah media yang difokuskan oleh Diana. Media utamanya adalah menggunakan cat minyak dengan pisau palet pada kanvas.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Ketika Terminal Sepi, Berubah Fungsi:Jadi Angkringan Negaroa, Subagan Jadi PasarTerminal Negara di Jalan Denpasar-Gilimanuk dimanfaatkan untuk angkringan yang diberi nama Angkringan Negaroa. Sejak dibangun tahun 2018 dan diresmikan pada akhir tahun 2019 selalu sepi.
Baca lebih lajut »
Oalah, Kepala Sekolah Ini Jadi Timses Politikus dari Jateng, KTP Guru Honorer Jadi KorbanOalah, Kepala Sekolah Ini Jadi Timses Politikus dari Jateng, KTP Guru Honorer Jadi Korban KepalaSekolah
Baca lebih lajut »
Kampung Kumuh Dekat Istana: Terhimpit di Gang Sempit, Kemiskinan Turun Temurun | merdeka.comBerjejer pakaian warga dijemur di pinggir jalan. Sepanjang Kali Sentiong, warga mendirikan sepetak bangunan permanen. Sudah puluhan tahun mereka tinggal di sana.
Baca lebih lajut »
Potret Sisa Tembok Kota Barcelona Abad 16 Muncul di Stasiun Metro DrassanesSisa-sisa arkeologi tembok kota Barcelona muncul di Stasiun Metro Drassanes. Tembok kota ini muncul saat proyek revitalisasi La Rambla, jalan ikonik Barcelona.
Baca lebih lajut »
Avanza Terus Tergusur, Mobil Ini Lagi-Lagi Jadi PenghalangnyaPamor Avanza sebagai mobil terlaris terus tergusur, mobil ini yang paling jadi penghalangnya.
Baca lebih lajut »