Menkes Budi mengatakan, diagnosis kanker yang terlambat disebabkan oleh beberapa hal antara lain jumlah dokter spesialis dan alat kesehatan kurang.
Liputan6.com, Jakarta Menteri Kesehatan Republik Indonesia Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa hampir 70 persen kematian akibat kanker di dunia terjadi di negara berkembang, termasuk Indonesia.
Kemampuan Tenaga Kesehatan Belum Optimal Penyebab kedua adalah kemampuan tenaga kesehatan dalam mendiagnosis kanker belum optimal. Ini menyebabkan kurangnya kualitas layanan di rumah sakit. 2 dari 4 halamanDiagnosis Kanker Perlu Mengikuti Perkembangan Teknologi TerbaruLebih lanjut, Budi mengatakan bahwa pendekatan diagnosis kanker perlu mengikuti perkembangan teknologi terbaru.
Pengobatan presisi juga dapat mengoptimalkan pilihan pengobatan yang memberi respons maksimal dengan efek samping minimal.“Peran dari organisasi profesi, swasta, dan organisasi masyarakat sebagai mitra pembangunan kesehatan nasional terus dibutuhkan untuk mencapai tujuan bersama dalam menyehatkan bangsa,” ucap Budi.
Pada diagnosis kanker paru, pengambilan sampel kini dihadapkan pada serangkaian tantangan, termasuk keterbatasan ketersediaan instrumen dan kurang optimalnya integrasi antar- disiplin ilmu yang relevan.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Menkes Budi Usulkan Dana Darurat ASEAN Bukan Cuma buat COVID-19 SajaDana darurat ASEAN diusulkan bukan hanya untuk penanganan COVID-19.
Baca lebih lajut »
Jakarta Dikepung Polusi Udara, Menkes Budi Harap Segera Ada Penanganan di HuluMenkes Budi mengatakan penanganan polusi udara perlu dilakukan dari hulu seperti soal lingkungan hidup, energi, dan transportasi.
Baca lebih lajut »
Kata Menkes Budi soal Penyemprotan Jalan di Jakarta dan Tangerang untuk Kurangi Polusi UdaraMenkes Budi mengatakan pengelolaan sistem transportasi terpenting dalam menurunkan polusi udara daripada menyemprot jalan.
Baca lebih lajut »
Menkes Budi Tegaskan WFH Bukan buat Jaga Orang Lebih Sehat dari Polusi UdaraWork From Home (WFH) bukan bertujuan menjaga supaya orang lebih sehat dari polusi udara.
Baca lebih lajut »
Batuk-Batuk Imbas Polusi Udara, Menkes Budi Sarankan Segera Periksakan ke Puskesmas atau RSAlami batuk-batuk akibat dampak polusi udara dapat segera periksa ke Puskesmas atau rumah sakit.
Baca lebih lajut »
Menkes Budi Tegaskan WFH Mengurangi Emisi Bukan buat Jaga Orang Lebih SehatMenteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan, kebijakan WFH adalah mengurangi emisi karbon gas sebuah kendaraan dan bukan menjaga seseorang lebih sehat. - tvOne
Baca lebih lajut »