Pendidikan yang dijalankan dengan menjunjung rasa gotong royong antara guru, sekolah, dinas pendidikan, aktivis dan peneliti pendidikan, juga orangtua dan siswa harus dikembangkan untuk mengurangi kesenjangan pendidikan. Opini AdadiKompas
”Kami memang tidak sepintar orang Jawa,” ujar banyak guru di daerah Lombok dan Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Ujaran serupa konon juga kerap diucapkan oleh guru-guru di daerah terpencil jauh dari Pulau Jawa atau yang disebut daerah 3T .
Para guru tersebut tidak percaya diri karena banyak materi atau pembelajaran yang diminta, berbeda dengan kenyataan hidup mereka sehari-hari. Misalnya mempelajari tari Saman dari Aceh, yang tariannya belum diketahui guru, atau siswa diminta membuat kliping, padahal tidak ada koran yang beredar di desa. Jangankan melihat video di jaringan internet, saluran listrik dan gawai untuk mengaksesnya pun tidak tersedia. Banyak guru tidak paham, apalagi murid-murid mereka.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
3 Cara Sederhana Mengurangi Stres dan Peradangan KulitKulit adalah baris pertama dari sistem kekebalan tubuh kita, sebab itu penting untuk merawatnya
Baca lebih lajut »
Opini: Menjajal Etika & Integritas Penggawa Pilar Keempat DemokrasiDua belas bulan ke depan, Indonesia akan memasuki periode menjelang pesta demokrasi terbesar.
Baca lebih lajut »
Laporkan Aktivis Terkait Narkoba, Kuasa Hukum DPRD NTB Buka SuaraKuasa hukum DPRD NTB buka suara terkait opini yang berkembang di masyarakat soal pelaporan aktivis
Baca lebih lajut »
Lindungi Anak dari Kejahatan Seksual dengan Pendidikan Sejak Dini |Republika OnlineSemua pihak harus membentengi anak dari kejahatan seksual.
Baca lebih lajut »
Perlunya Pendidikan Seks sejak Dini untuk Lindungi Anak dari Kejahatan SeksualPemerhati anak mengatakan pendidikan seks sejak dini bisa melindungi anak dari kejahatan seksual. Bagaimana caranya?
Baca lebih lajut »
Turki Kecam Taliban Soal Larangan Pendidikan untuk Perempuan'Agama kami, Islam, tidak menentang pendidikan, sebaliknya, mendukung pendidikan. Kami berharap Taliban mencabut keputusan ini.'
Baca lebih lajut »