Menghidupkan Lagi Adat Terlupakan Melalui Festival Adat Munara Beba Byak Karon | merdeka.com

Indonesia Berita Berita

Menghidupkan Lagi Adat Terlupakan Melalui Festival Adat Munara Beba Byak Karon | merdeka.com
Indonesia Berita Terbaru,Indonesia Berita utama
  • 📰 merdekadotcom
  • ⏱ Reading Time:
  • 46 sec. here
  • 2 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 22%
  • Publisher: 51%

Menghidupkan Lagi Adat Terlupakan Melalui Festival Adat Munara Beba Byak Karon

Jumat, 31 Maret 2023 09:44Terdapat banyak sekali masyarakat adat di Indonesia dengan berbagai festival serta kebudayaan mereka sendiri-sendiri. Sayangnya, seiring bergantinya waktu, adat ini banyak dilupakan dan ditinggalkan. Merupakan tanggungjawab bagi banyak pihak untuk kembali menampilkan dan melindungi adat ini.

Penguatan MHA dengan memadukan pengetahuan tradisional dan modern menjadi kunci dalam melestarikan keanekaragaman hayati dan membangkitkan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat. “Melalui sebuah kerangka pengelolaan yang baik, wilayah Kelola MHA di Werur Raya dapat memberikan manfaat yang lebih besar, baik secara ekonomi dan ekologi dalam aspek keberlanjutan sumber daya alam. Pengembangan wilayah kelola MHA juga perlu dibangun pada aspek potensial lainnya seperti pariwisata bahari, budaya maritim, budi daya, restorasi, dan lain sebagainya.

“Untuk kali pertama, seluruh keret Biak Karon berkumpul dan saling membantu untuk mendukung kegiatan ini. Dengan dukungan YKAN dan mitra, kegiatan sasi, yang sudah lama ditinggalkan masyarakat Biak Karon, kembali dihadirkan untuk menjaga kelestarian kekayaan biota laut di Tambrauw,” tambah Hans Mambrasar, tokoh agama masyarakat Biak Karon.

Berita ini telah kami rangkum agar Anda dapat membacanya dengan cepat. Jika Anda tertarik dengan beritanya, Anda dapat membaca teks lengkapnya di sini. Baca lebih lajut:

merdekadotcom /  🏆 36. in İD

Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama

Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.

Memaknai Karakteristik Hukum Adat Dalam Penguatan Desa AdatMemaknai Karakteristik Hukum Adat Dalam Penguatan Desa AdatDalam perspektif sifat dan corak hukum adat dapat dipergunakan dalam menemukan karakter hukum adat agar tidak salah langkah ketika ingin melakukan penguatan.
Baca lebih lajut »

Peduli Adat dan Budaya, Bupati Tabanan Saksikan Karya Ngenteg LinggihPeduli Adat dan Budaya, Bupati Tabanan Saksikan Karya Ngenteg LinggihIa juga menilai pelaksanaan Karya Ngenteg Linggih sangat erat kaitannya dengan visi Tabanan dalam membangun Tabanan era baru melalui pelestarian adat, agama, dan budaya.
Baca lebih lajut »

Karya Ngenteg Linggih kembali Digelar, Bupati Tabanan: Upaya Pelestarian Adat dan BudayaKarya Ngenteg Linggih kembali Digelar, Bupati Tabanan: Upaya Pelestarian Adat dan BudayaBupati Tabanan mengatakan bahwa digelarnya kembali Karya Ngenteg Linggih sebagai upaya pelestarian adat dan budaya.
Baca lebih lajut »

Panglima TNI terima gelar kehormatan adat DayakPanglima TNI terima gelar kehormatan adat DayakPanglima TNI Laksamana Yudo Margono mendapatkan gelar kehormatan Adat Dayak dari Pengurus Dewan Adat Dayak (DAD) Kalimantan Tengah saat melaksanakan kunjungan kerja ke provinsi setempat. Selengkapnya:
Baca lebih lajut »

BIRU dan Torajamelo Kolaborasi Dukung Pemberdayaan PerempuanBIRU dan Torajamelo Kolaborasi Dukung Pemberdayaan PerempuanTorjamelo juga merupakan pemenang sertifikasi B Corp yang mendukung pemberdayaan masyarakat adat, khususnya perempuan.
Baca lebih lajut »

Sekda Badung Adi Arnawa Hadiri Upacara Yadnya Desa Adat PecatuSekda Badung Adi Arnawa Hadiri Upacara Yadnya Desa Adat PecatuSekretaris Daerah Kabupaten Badung, I Wayan Adi Arnawa menghadiri Karya Ngenteg Linggih, Memungkah Wraspati Kalpa Agung di Pura Batan Kepah dan Dalem Pengrubungan, Desa Adat Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Rabu (29/3). Upacara suci ini dipuput oleh Ratu Pandita Dukuh Acharya Dhaksa, Ida Pandita Duku
Baca lebih lajut »



Render Time: 2025-02-26 21:45:57