Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan menegaskan bahwa akan melarang penjualan minyak goreng subsidi merek MinyaKita secara online atau daring.
Hal tersebut dilakukan untuk merespon laporan-laporan masyarakat terkait kelangkaan MinyaKita di pasaran dalam beberapa waktu terakhir.
Mendag mengatakan, MinyaKita merupakan jenis minyak subsidi yang diperuntukan bagi masyarakat yang kurang mampu. Sehingga penjualan MinyaKita terbatas dan tidak boleh diperjualbelikan secara bebas. Penyebab kelangkaan MinyaKita tersebut dikarenakan oleh tingginya permintaan dari masyarakat. Sebab harga jual MinyaKita leih murah jika dibandingkan dengan minyak goreng premium.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Minyakita Langka, Zulhas: Mudah-mudahan 2 Minggu Lagi Sudah BanjirMenteri Perdagangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengatakan telah meminta produsen minyak goreng untuk menambah produksi Minyakita.
Baca lebih lajut »
Mendag Sebut Pedagang Bisa Kena Denda Kalau Jual MinyaKita Di Atas HET Rp14.000Pemerintah tambah pasokan minyak goreng 450.000 ton/bulan, kalau pedagang jual di atas HET Rp14.000 bisa kenda denda atau penalti.
Baca lebih lajut »
Mendag Zulkifli Hasan Ancam Beri Sanksi Pedagang yang Naikkan Harga MinyakitaZulkifli Hasan kembali mengimbau agar para pedagang tidak menjual Minyakita melebihi harga eceran tertinggi yaitu Rp 14.000,-. Zulhas mengancam, akan...
Baca lebih lajut »
Mendag: Langka, Minyakita Tidak Boleh Dijual OnlineMenteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan mengaku menerima banyak laporan terkait sulitnya masyarakat mendapatkan Minyakita di pasar-pasar tradisional.
Baca lebih lajut »
Mendag Bakal Tutup Produsen dan Agen yang Jual Minyakita di Atas Rp 14.000 per LiterKementerian Perdagangan (Kemendag) akan mengoptimalkan layanan penjualan MinyaKita di sejumlah titik penyaluran resmi yang tersebar di berbagai pasar tradisional.
Baca lebih lajut »
Mendag pastikan 450 ribu ton MinyaKita hanya ada di pasarPemerintah dan produsen sepakat untuk meningkatkan tambahan suplai minyak goreng kemasan dan curah sebanyak 450 ribu ton per bulan selama tiga bulan yaitu Februari-April 2023.
Baca lebih lajut »