Analis menyebut kondisi pasar yang lesu bisa dimanfaatkan pasar dengan membidik saham sektor perkebunan. Saham sektor itu diramal bisa memberikan untung.
Masa sideways sendiri kerap muncul saat pasar modal tengah sepi penopang. Kondisi tersebut menimbulkan keraguan di kalangan investor untuk bertransaksi.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Tertarik Beli Saham Google? Ketahui Dulu Cara Beli Saham hingga RisikonyaSebelum membeli saham Google, tentunya kamu perlu cari tahu dulu apa saja keuntungan hingga risikonya. Berikut hal-hal terkait saham yang perlu diketahui: Saham Google via detikfinance
Baca lebih lajut »
Lagi-lagi Ulah Trump ke China Diramal Bikin Gerak Saham Melempem Pekan DepanSejumlah sentimen bakal mempengaruhi pergerakan Indeks IHSG pekan depan. Lagi-lagi ulah Presiden Donald Trump diramal bakal...
Baca lebih lajut »
S&P 500 Pecah Rekor, tetapi Mayoritas Saham Masih NegatifDalam periode dari 19 Februari 2020 (rekor penutupan yang lama) hingga 18 Agustus 2020, hanya 38 persen saham S&P 500 yang mencatat gain, sisanya masih rugi.
Baca lebih lajut »
Tertarik Beli Saham Google? Ketahui Dulu Cara Beli Saham hingga RisikonyaSebelum membeli saham Google, tentunya kamu perlu cari tahu dulu apa saja keuntungan hingga risikonya. Berikut hal-hal terkait saham yang perlu diketahui: Saham Google via detikfinance
Baca lebih lajut »
IHSG Diproyeksikan Melemah Pekan Depan, Ini SentimennyaIndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam sepekan ke depan diproyeksikan akan melemah.
Baca lebih lajut »
Daerah Penghasil Tembakau Terbesar Protes Dana Bagi Hasil Cukai yang MinimDana bagi hasil cukai tembakau di Temanggung terlalu kecil. Ini bila dibandingkan dengan kabupaten lain di Jawa Timur.
Baca lebih lajut »