Salah satu alasan yang menghambat investasi asing ke dalam negeri adalah birokrasi izin pertanahan.
Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Sofyan Djalil menyebutkan persoalan tanah menjadi salah satu alasan investor lebih tertarik memindahkan pabriknya ke Vietnam dari Indonesia.
"Bahwa pasar yang besar saja tidak cukup menarik, karena banyak sekali persoalan teknis dalam hal pertanahan. Kalau investor pergi ke Vietnam, tanah tidak dengan sistem penguasaan negara, sehingga tidak ada mafia tanah," kata Sofyan Djalil di Jakarta, Jumat .Sofyan menjelaskan salah satu alasan yang menghambat investasi asing ke dalam negeri adalah birokrasi izin pertanahan yang berbelit-belit, serta sengketa tanah akibat ulah mafia.
"Samsung yang sudah membuat berbagai macam produk, datang ke Vietnam, lalu oleh Pemerintah Vietnam diberikan tanah selama 100 tahun seluas 30 ribu hektare untuk jadi kawasan industri," kata Sofyan Djalil.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Hingga September 2019, Tercatat 64 Kasus Mafia TanahSofyan mengungkapkan akibat ulah mafia tanah, invetasi dari perusahaan Korea Selatan, PT Lotte Chemical senilai 4 miliar dollar AS atau Rp 56 triliun.
Baca lebih lajut »
Investasi Rp 50 Triliun Terhambat karena Mafia TanahPembangunan pabrik petrokimia di Banten terhalang soal pembebasan lahan.
Baca lebih lajut »
Sofyan Sebut Proyek Pabrik Lotte Rp 50 T Terhambat Mafia TanahPraktik mafia tanah membuat pembangunan pabrik Lotte Chemical terhambat.
Baca lebih lajut »
Praktik Mafia Tanah Triliunan Rupiah Akhirnya DibongkarAkhirnya terungkap! Kementerian ATR/BPN bersama Polri membongkar kasus mafia tanah yang merugikan negara triliunan rupiah. Begini keterangannya: MafiaTanah via detikfinance
Baca lebih lajut »
BPN dan Kepolisian Membekuk Sindikat Mafia Tanah dan PropertiBPN, Polda Metro Jaya, dan Polda Banten, merilis hasil tangkapan bersama terhadap sejumlah orang yang diduga sebagai mafia tanah an properti.
Baca lebih lajut »