Kementerian Kesehatan mengungkap keterbatasan tenaga kesehatan penginput data berimbas data menumpuk tidak real time dan terlihat ada lonjakan kasus kematian dalam tiga pekan terakhir. TempoNasional
TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Kesehatan mengungkap keterbatasan tenaga kesehatan pengimput data berimbas data menumpuk tidak real time dan terlihat ada lonjakan kasus kematian dalam tiga pekan terakhir. “Jadi, lonjakan-lonjakan anomali angka kematian seperti ini akan tetap kita lihat setidaknya selama dua minggu ke depan,' ujar Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Widyawati dalam keterangan tertulis, Rabu, 11 Agustus 2021.
'Bahkan 10,7 persen diantaranya berasal dari kasus pasien positif yang sudah tercatat di NAR lebih dari 21 hari namun baru terkonfirmasi dan dilaporkan bahwa pasien telah meninggal,' ujarnya.Ia mencontohkan, laporan dari Kota Bekasi per 10 Agustus, dari 397 angka kematian yang dilaporkan, 94 persen di antaranya bukan merupakan angka kematian pada hari tersebut.'Melainkan rapelan angka kematian dari Juli sebanyak 57 persen dan Juni serta bulan sebelumnya sebanyak 37 persen.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Kemenkes Sebut Anomali Lonjakan Kematian Covid Akibat Keterlembatan Input DataKementerian Kesehatan menyebut lonjakan kasus kematian dalam tiga pekan terakhir akibat keterlambatan memperbarui data.
Baca lebih lajut »
Kemenkes Sebut Lonjakan Angka Kematian Covid-19 Akumulasi dari Kasus yang Belum Tercatat Sebelumnya'Data kematian ada akumulasi tanggal atau minggu, bahkan sebelumnya ada beberapa bulan sebelumnya,'
Baca lebih lajut »
Kemkes: Lonjakan Kematian Covid-19 Akibat Akumulasi Kasus yang Belum DilaporkanPelaporan kasus kematian yang dilakukan daerah tidak bersifat realtime dan merupakan akumulasi dari bulan-bulan sebelumnya.
Baca lebih lajut »
Lonjakan Kematian Covid-19 karena Pelaporan Daerah Tidak Real TimeDalam 3 minggu terakhir, angka kematian akibat Covid-19 cenderung tinggi karena akumulasi kasus-kasus sebelumnya.
Baca lebih lajut »
Saat Pemerintah Dikritik Akibat Keluarkan Indikator Kematian dalam Penentuan Status PPKM di Tengah Lonjakan KasusPemerintah seharusnya tak mengeluarkan indikator kematian dalam penentuan PPKM. Sebab, kematian menjadi indikator dalam melihat keparahan wabah.
Baca lebih lajut »