Masyarakat Maluku perlu mewaspadai jalur sesar aktif.
REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika merilis lebih dari 100 gempa dirasakan oleh warga sejak gempa Maluku M 6,5 terjadi pada Kamis lalu .
Kendati demikian, dia melanjutkan, dilihat dari grafik terjadi penurunan yang signifikan. Pihaknya berharap masyarakat tidak terpancing dengan isu yang tidak benar atau hoaks terkait dengan adanya gempa besar dan tsunami pascagempa utama pada 26 September 2019 lalu. "Apabila melihat catatan historis, gempa dan tsumami pernah terjadi pada segmen sesar tersebut, tepatnya pada 30 September 1899 yang saat itu berkekuatan Magnitudo 7,8. BMKG mencatat gempa dan tsunami ini mengakibatkan sekitar 4.000 orang tewas," ujarnya.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
BMKG: Lebih dari 100 Gempa Susulan Guncang MalukuHingga 5 Oktober 2019 sekitar 144 gempa susulan mengguncang Maluku sejak gempa dengan magnitudo 6,5 terjadi pada Kamis (26/9/2019) lalu.
Baca lebih lajut »
BMKG: Lebih dari 100 Gempa Terjadi Pascagempa MalukuMasyarakat jangan terpancing dengan hoaks terkait gempa besar dan tsunami.
Baca lebih lajut »
BMKG : Lebih dari 100 Gempa Dirasakan Pascagempa MalukuPosko Penanganan Darurat Bencana Gempa Provinsi Maluku per 4 Oktober 2019, hingga pukul 18.00 WIT tercatat korban meninggal dunia sebanyak 37 orang dan luka berat 36 orang.
Baca lebih lajut »
Gempa Ambon: Lebih 100.000 orang masih mengungsi, 'Katong masih trauma, belum bisa pulang'Setidaknya 108.000 orang masih mengungsi lebih seminggu setelah gempa bermagnitudo 6,5 mengguncang Pulau Ambon dan Kabupaten Seram Bagian Barat. Karena trauma dan masih diguncang gempa susulan, warga enggan pulang ke rumah meski telah diminta pihak berwenang.
Baca lebih lajut »
Korban Jiwa Gempa Maluku Bertambah Jadi 38 OrangDari data yang dimiliki pemerintah Kota Ambon, jumlah warga yang tewas akibat gempa di Ambon berjumlah 13 orang dan bukan 11 orang.
Baca lebih lajut »