Lamban Cegah Hoaks dan Ujaran Kebencian, Facebook Diboikot Perusahaan Dunia: Rugi Rp 102,24 Triliun via tribunnewswiki
didesak oleh banyak pihak agar turut serta menekan kabar hoaks atau ujaran kebencian yang berpotensi semakin menebalkan polarisasi di negeri Paman Sam tersebut.Facebook sendiri tidak mengambil langkah secepat dan drastis untuk melakukan antisipasi terhadap kabar hoaks atau ujaran kebencian, seperti rivalnya
yang dikecam Donald Trump karena melabeli beberapa kicauan kontroversial sang presiden sebagai"informasi yang perlu dikonfirmasi ulang".Inc menyatakan akan mulai melabeli konten yang tetap layak diberitakan meski melangar kebijakan perusahaan itu, jika memiliki bobot kepentingan publik lebih besar ketimbang risiko yang ditimbulkannya.
Facebook juga akan melabeli semua postingan dan iklan yang berkaitan pemilu sekaligus memasang tautan ke informasi otoritatif, termasuk dari politisi.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Polri Dinilai Lamban Tangani Kasus Pembakaran Bendera PDIPNeta S Pane selaku Ketua Presidium Indonesia Police Watch meminta agar Polri bisa bekerja cepat mengungkap dan menuntaskan kasus pembakaran bendera PDIP dalam aksi demo penolakan RUU HIP di depan gedung DPR beberapa waktu lalu. BenderaPDIPDibakar
Baca lebih lajut »
IPW Nilai Polisi Lamban Tangani Pembakaran Bendera PDIPIPW meminta Polri harus perlu bekerja keras segera menuntaskan kasus pembakaran bendera PDIP tersebut.
Baca lebih lajut »
Polemik Hoaks Dan Keuntungan Perusahaan Beriklan di FacebookFacebook masih menjadi pilihan perusahaan untuk beriklan, meski rentan oleh serbuan hoaks dan unggahan bernada ujaran kebencian.
Baca lebih lajut »
Levi's, Coca-Cola, dan Brand Lain Setop Iklan di Medsos, Ada Apa?'Facebook harus mengambil aksi untuk mengehentikan misinformasi dan ujaran kebencian pada platform mereka.'
Baca lebih lajut »
Perusahaan Besar AS Ramai-Ramai tak Pasang Iklan di Facebook |Republika OnlineFacebook dinilai tak cukup bertindak dalam mengatasi ujaran kebencian.
Baca lebih lajut »