Kurangnya SDM di labolatorium Jabar jadi kendala tes swab
REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG---Terbatasnya Sumber Daya Manusia pada laboratorium di Jawa Barat menjadi kendala dalam melaksanakan metode swab test atau PCR . Menurut Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan dan Penanggulangan Covid-19 Jawa Barat, Daud Achmad, hal tersebut mengakibatkan hasil pemeriksaan sample tes terlambat keluar.Daud mengatakan, setiap SDM di laboratorium membutuhkan keahlian khusus untuk melakukan analisis. Selain itu, kadang kala laboratorium tersebut libur pada Ahad.
"Saya punya informasi, Jabar punya stok 150.000 lebih alat PCR. Jadi untuk tiga pekan ke depan, per pekannya 50.000 tes," katanya. Dengan jumlah laboratorium di Jabar, Daud optimis target tersebut akan tercapai. Terlebih, ada pula usulan dari Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang mendapatkan aspirasi dari rumah sakit dan laboratorium swasta untuk terlibat.
"Mereka menawarkan diri untuk bisa menjadi lab yang dimanfaatkan oleh pemerintah. Nanti akan dintentukan skemanya seperti apa. Karena untuk menyikapi Covid-19 ini semua pihak harus bekerjasama," katanya. BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
BI Jabar: Ekonomi Kreatif Bisa Pulihkan Ekonomi Jabar |Republika OnlineJabar termasuk daerah dengan industri kreatif yang terus berkembang
Baca lebih lajut »
SDM Berkualitas Menjadi Investasi Puncak Demografi 2040Investasi terbaik yang Indonesia miliki untuk mencapai bonus demografi pada 2030-2040 adalah membangun sumber daya manusia yang berkualitas
Baca lebih lajut »
Pemkot Tidore Kepulauan Gandeng UI Tingkatkan SDMPemerintah Kota Tidore Kepulauan (Tikep) dan Universitas Indonesia (UI) menjalin kerjasama peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM). PemkotTidoreKepulauan
Baca lebih lajut »
Satgas Covid-19 Akui Kekurangan SDM untuk Tes PCR di Hari LiburDoni menambahkan, pemeriksaan spesimen Covid-19 di hari libur bahkan bisa berkurang 50 persen dari hari biasa.
Baca lebih lajut »
'Klaster Pemda” Mulai Muncul di JabarSetelah DKI Jakarta melaporkan 34 klaster penularan COVID-19 di lingkungan Pemda, provinsi Jawa Barat menemukan klaster serupa. Jabar kembali menganjurkan bekerja dari rumah.
Baca lebih lajut »
Lacak Corona, Jabar Gencarkan Tes di Instansi PemerintahPemprov Jabar ingin melacak keberadaan virus corona di lingkungan kerja di instansi pemerintahan dan perkantoran.
Baca lebih lajut »