CEO Citibank N.A. Indonesia (Citi Indonesia) Batara Sianturi menilai bahwa krisis perbankan di negeri Paman Sam itu bersifat idiosyncratic, bukan sistemik.
Ia menyorot bagaimana neraca keuangan serta aset dan liability dari bank-bank di AS tertekan akibat kenaikan suku bunga Amerika atau Fed Fund Rate telah meningkat sampai 5% dalam waktu yang cepat.
"Enggak kebayang kenaikan daripada Fed Fund Rate sampai 5% dalam setahun sehingga memberikan pressure pada aset liability daripada perbankan tersebut," ujarnya saat paparan kinerja Citi Indonesia di Alila SCBD, Jakarta Selatan, Senin . Batara mengatakan bahwa situasi perbankan Indonesia itu terjaga. Hal ini dicerminkan oleh loan coverage ratio yang sekitar 79% hampir 80%. Kemudian, alat likuid dibandingkan dana pihak ketiga sekitar 28%, sedangkan alat likuid terhadap loan to deposit ratio sekitar 130%.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Citi Indonesia Bukukan Laba Bersih Rp 569 Miliar pada Kuartal I 2023 |Republika OnlineLaba bersih Citi ditopang pendapatan bunga bersih lini bisnis Institutional Banking.
Baca lebih lajut »
Siap-Siap, BI Diprediksi Bakal Turunkan Suku Bunga Acuan ke 5 Persen di Akhir 2023Chief Economist Citibank Indonesia (Citi Indonesia) Helmi Arman memproyeksikan Bank Indonesia akan menurunkan suku bunga acuan atau BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) mulai akhir kuartal III-2023.
Baca lebih lajut »
Pasca-Kasus BSI, Perbankan dan OJK Diminta Perkuat Keamanan SiberSaat ini dunia perbankan Tanah Air sedang dihebohkan dengan dugaan serangan ransomware yang terjadi pada sistem Bank Syariah Indonesia (BSI). Dunia perbankan Tanah...
Baca lebih lajut »
Disingkirkan Timnas Indonesia U-22, Pemain Vietnam Kecewa & Frustasi | Goal.com IndonesiaVietnam u-22 frustasi dan kesal setelah gol menit akhir Taufany memastikan kemenangan Indonesia 🇮🇩🇮🇩🇮🇩 SEAGames2023
Baca lebih lajut »