KPU mengaku tidak siap jika e-voting diterapkan pada Pilkada 2020.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Komisi Pemilihan Umum Arief Budiman mengatakan, KPU tidak siap kalau menerapkan pemungutan suara secara elektronik atau e-voting dalam penyelenggaraan Pemilihan kepala daerah 2020. Arief mengatakan, menyiapkan sebuah sistem baru tidak bisa dipaksakan secara cepat.
Rekapitulasi tersebut juga tidak langsung diterapkan diseluruh daerah pemilihan, melainkan beberapa daerah yang dinyatakan sudah siap, tujuan penerapan rekapitulasi elektronik itu sesungguhnya adalah untuk Pemilihan umum 2024. Kemudian, untuk merealisasikan rekapitulasi elektronik KPU harus melakukan banyak tahapan dari persiapan, pengujian, perbaikan dan penyempurnaan lainnya sejak awal 2020 ini, tidak bisa langsung atau disediakan secara singkat.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
KPU Tangsel Masih Tunggu Aturan Kampanye Pilkada 2020Jika kampanye tatap muka dilarang, bentuk kampanye yang bisa dilakukan adalah kampanye secara online.
Baca lebih lajut »
KPU Akan Batasi Kehadiran Pendukung Saat Debat Publik Pilkada 2020Langkah ini dilakukan untuk menghindari terjadinya kerumunan massa. Pasalnya, pilkada akan digelar di tengah pandemi Covid-19.
Baca lebih lajut »
KPU Kaji Pelonggaran Ketentuan Jumlah APK di Pilkada 2020 |Republika OnlineKPU kaji pelonggaran ketentuan jumlah APK di Pilkada 2020.
Baca lebih lajut »
KPU Berencana Larang Arak-arakan Saat Pendaftaran Pilkada 2020Rancangan-rancangan ini KPU tuangkan dalam draf Peraturan KPU (PKPU) tentang Pilkada dalam Kondisi Bencana Nonalam.
Baca lebih lajut »
KPU Bengkulu Siap Laksanakan Pilgub dan Pilbup 9 Desember 2020Ketua KPU Bengkulu, Irwan Saputra mengatakan, pihaknya siap menyelenggarakan pilkada yakni Pilgup dan Pilbup daerah ini pada 9 Desember 2020 mendatang.
Baca lebih lajut »
KPU: Tahapan Pilkada di Tengah Pandemi Rumit dan Mahal |Republika OnlineKomisioner KPU mengatakan tahapan pilkada di tengah pandemi rumit dan mahal.
Baca lebih lajut »