Fokus utama pemerintah adalah mengembalikan konsumsi dan investasi ke zona positif.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah memprediksi, ekonomi Indonesia mampu tumbuh dalam rentang minus 1,1 persen sampai 0,2 persen sepanjang 2020. Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebutkan, kunci utama agar ekonomi dapat masuk ke zona positif adalah pertumbuhan konsumsi dan investasi yang juga positif, atau setidaknya berada pada level nol persen.
Dari sisi investasi, Sri mengatakan, Presiden Joko Widodo telah meminta ke beberapa menteri untuk fokus melihat indikator investasi. Diharapkan, investasi sebagai salah satu penyokong pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat mulai pulih, setidaknya tumbuh mendekati nol persen. Terlebih, belanja pemerintah untuk bantuan sosial tercatat meningkat signifikan. Sampai akhir Juli, jenis belanja ini tumbuh 55,9 persen dibandingkan tahun lalu menjadi Rp 117 triliun."Ini bisa menetralisir," tutur Sri.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Perekonomian Rapuh, Sri Mulyani Proyeksi Kuartal III Minus 2%Kunci utama menggenjot pertumbuhan ekonomi adalah konsumsi dan investasi.
Baca lebih lajut »
Presiden: Jangan Sampai Investasi Minus Lebih dari 5%'Yang bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi kita di kuartal III 2020, kuncinya selain konsumsi domestik, jangan sampai investasi tumbuhnya di atas minus 5%,” ujar Jokowi
Baca lebih lajut »
|em|Flyover|/em| Lenteng Agung dan Tanjung Barat Rampung Akhir 2020 |Republika OnlineDua flyover di Jaksel itu diprediksi rampung dan bisa digunakan akhir tahun ini.
Baca lebih lajut »
Menristek: Kolaborasi Kunci Riset dan Inovasi Masa Depan |Republika OnlineKolaborasi riset di era revolusi industri bisa dilakukan menggunakan teknologi
Baca lebih lajut »
Ini Perbedaan Cemburu dan Posesif, Kamu Termasuk yang Mana?Cemburu yang berlebihan bisa menimbulkan sifat posesif dan ini bisa menghancurkan suatu hubungan. Cemburu
Baca lebih lajut »
Konsumsi BBM dan Elpiji di Bali Naik, Pertamina Siap Layani |Republika OnlinePertamina juga mencatat adanya kenaikan produk rendah emisi
Baca lebih lajut »