Konsistensi Kebijakan Pemerintah Diuji

Indonesia Berita Berita

Konsistensi Kebijakan Pemerintah Diuji
Indonesia Berita Terbaru,Indonesia Berita utama
  • 📰 hariankompas
  • ⏱ Reading Time:
  • 35 sec. here
  • 2 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 17%
  • Publisher: 70%

Kebijakan pemerintah melarang ekspor mineral mentah akan diuji konsistensinya seiring berakhirnya masa relaksasi. Selama ini ketidaksiapan fasilitas pemurnian dan smelter diikuti dengan relaksasi pelarangan ekspor. Ekonomi AdadiKompas

Akmaluddin menilai, sebelumnya memang ada ketidaksesuaian antara prediksi dan realisasi pembangunan fasilitas pemurnian maupun smelter, yang membuat diberlakukannya relaksasi-relaksasi larangan ekspor. Namun, kemajuan proyek-proyek itu seharusnya terus dipantau dan sanksi bisa diberikan.

Sebelumnya, Staf Khusus Menteri ESDM Bidang Percepatan Tata Kelola Mineral dan Batubara Irwandy Arif, di Jakarta, Jumat menyatakan, untuk bauksit sudah pasti dilarang untuk diekspor pada Juni 2023. Sebelumnya, Tony Wenas mengakui bakal kesulitan jika larangan ekspor konsentrat tembaga diberlakukan tahun ini. Pasalnya, smelter tembaga Freeport di Gresik, Jawa Timur, baru berproduksi pada 2024. Hingga Januari 2023, progres pembangunan smelter 54 persen.

Tony menegaskan tidak ada perbincangan tentang rencana Presiden Joko Widodo menyetop ekspor tembaga mentah. Tony juga tidak bisa memaparkan tentang potensi pemutusan hubungan kerja apabila ekspor tembaga mentah dihentikan.

Berita ini telah kami rangkum agar Anda dapat membacanya dengan cepat. Jika Anda tertarik dengan beritanya, Anda dapat membaca teks lengkapnya di sini. Baca lebih lajut:

hariankompas /  🏆 8. in İD

Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama

Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.

Perubahan Kebijakan Twitter Picu Gelombang Propaganda Rusia dan Cina |Republika OnlinePerubahan Kebijakan Twitter Picu Gelombang Propaganda Rusia dan Cina |Republika OnlinePerubahan kebijakan Twitter menguntungkan akun pemerintah Rusia, Cina dan Iran.
Baca lebih lajut »

Bertugas Saat Lebaran, Penjaga Harimau Benggala Ragunan Rindu Mudik Kampung HalamanBertugas Saat Lebaran, Penjaga Harimau Benggala Ragunan Rindu Mudik Kampung HalamanPenjaga harimau Benggala Ragunan tak mudik selama 3 tahun karena harus bertugas berjaga selama libur Lebaran.
Baca lebih lajut »

Jumlah Penumpang Pesawat di Bandara Soekarno-Hatta Naik 25 PersenJumlah Penumpang Pesawat di Bandara Soekarno-Hatta Naik 25 PersenPemerintah mencatat ada kenaikan jumlah penumpang pesawat selama mudik Lebaran di Bandara Soekarno-Hatta.
Baca lebih lajut »

Utang Pengadaan Minyak Goreng Perburuk Iklim UsahaUtang Pengadaan Minyak Goreng Perburuk Iklim UsahaPengusaha ritel mengingatkan pemerintah bahwa kegagalan pemerintah membayar utang pengadaan minyak goreng kemasan akan memperburuk iklim usaha di Indonesia dan membuat mereka kapok melaksanakan tugas pemerintah. Ekonomi AdadiKompas kristian_oka
Baca lebih lajut »

IKA Sudan minta pemda fasilitasi kepulangan mahasiswa RIIKA Sudan minta pemda fasilitasi kepulangan mahasiswa RIIkatan Alumni Sudan meminta pemerintah provinsi hingga pemerintah kabupaten dan pemerintah kota untuk memfasilitasi kepulangan mahasiswa asal Indonesia yang ...
Baca lebih lajut »

Twitter Buat Kebijakan Baru, Selebritas yang Telah Meninggal Kembali Dapatkan Centang BiruTwitter Buat Kebijakan Baru, Selebritas yang Telah Meninggal Kembali Dapatkan Centang BiruTwitter Buat Kebijakan Baru, Selebritas yang Telah Meninggal Kembali Dapatkan Centang Biru: Twitter buat kebijakan baru. Centang biru selebritas yang telah meninggal dikembalikan pada yang unyanya
Baca lebih lajut »



Render Time: 2025-02-28 21:56:32