Komnas HAM akan panggil Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo, istrinya Putri Candrawati, dan Bharada E terkait polisi tembak polisi yang menewaskan Brigadir J.
Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia sebagai pengawas tim khusus yang dibentuk Kapolri Jendral Pol Listyo Sigit Prabowo akan memanggil pihak terkait dalam peristiwa polisi tembak polisi yang melibatkan Brigadir J dan Bharada E di rumah Kadiv Propam Polri, Irjen Ferdy Sambo pada Jumat lalu.
Komisioner Komnas HAM Choirul Anam mengungkapkan, pihak yang akan dipanggil, termasuk Bharada E, Kadiv Propam Irjen Pol Ferdy Sambo beserta istrinya, Putri Candrawati, dan juga keluarga Brigadir J. "Semua pihak yang memiliki kaitan dalam peristiwa ini ya kan kami akan dalami, mintai keterangan. Apakah kami akan datang atau kita panggil," kata Choirul dalam jumpa pers di Mabes Polri, Rabu .Menurut Choirul, keterangan ketiga pihak tersebut menjadi kunci terangnya peristiwa polisi tembak polisi di rumah Irjen Ferdy Sambo. Selain itu, hal tersebut menjamin hak yang sama di hadapan hukum.
“Semua pihak memiliki hak yang sama secara imparsial karena kerjanya Komnas HAM harus imparsial. Semua pihak boleh memberikan informasi termasuk juga kami akan panggil atau dalami,” ucapnya.Di sisi lain, Anam mengungkapkan bahwa Komnas HAM hingga saat ini belum mendapatkan bukti awal yang telah dikumpulkan oleh kepolisian. Termasuk hasil olah TKP, pendalaman hasil autopsi hingga barang bukti yang didapat polisi.
“Kan kami masih proses awal mempelajari semuanya, plus karakter-karakter dasar soal bagaimana luka penggunaan senjata itu semua udah kami konsolidasi,” imbuhnya.Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di siniTAG: Ferdy Sambo Bharada E Istri Ferdy Sambo Komnas HAM Polisi Tembak Polisi
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Diajak Polri Usut Kasus Polisi Tembak Polisi, Komnas HAM: Spirit KeterbukaanPolri akan menggandeng Komnas HAM untuk ikut menyelidiki kasus polisi tembak polisi. Komnas HAM menyebut langkah itu sebagai spirit keterbukaan.
Baca lebih lajut »
Kapolri Ajak Komnas HAM Usut Tragedi Berdarah di Rumah Ferdy SamboKepala Polri melibatkan tak hanya tim internal, tapi juga tim eksternal dari Kompolnas dan Komnas HAM, untuk mengusut tragedi baku tembak di rumah Irjen Ferdy Sambo.
Baca lebih lajut »
Warga Lumajang Adukan Tambang Pasir Lereng Semeru ke Komnas HAMTiga warga Lumajang yang berjalan kaki ke Jakarta akhirnya mengadu ke Komnas HAM. Mereka berharap kekecewaan terkait penambangan pasir di Lumajang didengarkan dan ditindaklanjuti. Nusantara AdadiKompas
Baca lebih lajut »
Kapolri Bentuk Tim Gabungan, Ini Respons Komnas HAMKapolri membentuk tim gabungan yang melibatkan pihak internal dan eksternal untuk mengungkap kematian Brigadir Nopryansah Yosua Hutabarat atau Brigadir J
Baca lebih lajut »
Kasus Baku Tembak di Rumah Kadiv Propam, Komnas HAM: Belum Terima Ajakan Resmi PolriKomisioner Komnas HAM Mohammad Choirul Anam mengaku, belum menerima ajakan secara resmi ikut dalam tim khusus insiden baku tembak Bharada E dan Brigadir Yoshua di kediaman Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo
Baca lebih lajut »
Komnas HAM tunggu penjelasan Polri soal kasus penembakan sesama polisiKomisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) RI hingga kini masih menunggu penjelasan resmi dari Kepolisian Republik Indonesia (Polri) terkait pelibatan ...
Baca lebih lajut »