Meski belum ada panggilan secara resmi untuk bergabung, Komnas HAM turut mengapresiasi ajakan tersebut untuk nantinya akan lebih dulu mempelajari kasus tersebut.
Liputan6.com, Jakarta Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Mohammad Choirul Anam mengaku, pihaknya belum menerima panggilan secara resmi untuk ikut dalam tim khusus terkait insiden baku tembak polisi, Bharada E dan Brigadir Yoshua di kediaman Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo.
Meski belum ada panggilan secara resmi untuk bergabung, namun Anam turut mengapresiasi ajakan tersebut untuk nantinya pihaknya akan lebih dulu mempelajari kasus tersebut. Paska baku tembak dua anggota polisi di rumah dinas Kadiv Propam Polri, Irjen Ferdy Sambo yang berada di Komplek Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan, lokasi kejadian tampak sepi dan tidak ada penjagaan yang ketat.
"Dipimpin Pak Wakapolri, Pak Irwasum, Pak Kabareskrim, juga ada As SDM, termasuk juga fungsi dari Provos dan Paminal," tutur Sigit. Pihak keluarga pun angkat bicara atas kematian Brigadir J atau Yoshua dalam peristiwa adu tembak dengan Bharada E di rumah pejabat Polri kawasan Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan. Rohani Simanjuntak menyampaikan bahwa Brigadir J atau Yoshua memang dibawahi langsung oleh Irjen Ferdy Sambo.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Adukan Tambang Pasir, Warga Lumajang Jalan Kaki dari Kampung ke Komnas HAMTiga warga Lumajang berjalan kaki ke Jakarta untuk mengadukan tambang pasir di Regoyo yang diduga menjadi penyebab aliran banjir lahar dingin Semeru
Baca lebih lajut »
Kapolri Ajak Komnas HAM Usut Tragedi Berdarah di Rumah Ferdy SamboKepala Polri melibatkan tak hanya tim internal, tapi juga tim eksternal dari Kompolnas dan Komnas HAM, untuk mengusut tragedi baku tembak di rumah Irjen Ferdy Sambo.
Baca lebih lajut »
Warga Lumajang Adukan Tambang Pasir Lereng Semeru ke Komnas HAMTiga warga Lumajang yang berjalan kaki ke Jakarta akhirnya mengadu ke Komnas HAM. Mereka berharap kekecewaan terkait penambangan pasir di Lumajang didengarkan dan ditindaklanjuti. Nusantara AdadiKompas
Baca lebih lajut »
Diajak Polri Usut Kasus Polisi Tembak Polisi, Komnas HAM: Spirit KeterbukaanPolri akan menggandeng Komnas HAM untuk ikut menyelidiki kasus polisi tembak polisi. Komnas HAM menyebut langkah itu sebagai spirit keterbukaan.
Baca lebih lajut »
Kapolri Bentuk Tim Gabungan, Ini Respons Komnas HAMKapolri membentuk tim gabungan yang melibatkan pihak internal dan eksternal untuk mengungkap kematian Brigadir Nopryansah Yosua Hutabarat atau Brigadir J
Baca lebih lajut »
Komnas PA Sebut Korban Pelecehan Motivator Julianto Eka 40 SiswiArist Merdeka Sirait menyebut korban Julianto Eka alias Ko Jul mencapai sekitar 40 orang.
Baca lebih lajut »