Kominfo akan tambah fitur aplikasi PeduliLindungi

Indonesia Berita Berita

Kominfo akan tambah fitur aplikasi PeduliLindungi
Indonesia Berita Terbaru,Indonesia Berita utama
  • 📰 antaranews
  • ⏱ Reading Time:
  • 41 sec. here
  • 2 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 20%
  • Publisher: 78%

'Ke depan kita akan memasukan e-certificate, kalau sudah di swab atau rapid test nanti masukan ke QR Code PeduliLindungi,' kata pejabat Kemkominfo.

dan registrasi hasil rapid-test dan swab-test, PeduliLindungi juga akan dibekali fitur pemindai wajah atau teknologiKominfo juga berencana untuk mengembangkan PeduliLindungi untuk penggunaSaat ini, Ramli mengungkapkan aplikasi PeduliLindungi telah diunduh 3.879.588 orang .

"Adopsi di Indonesia 5 persen. Kita akan tingkatkan terus dari yang ada agar orang makin banyak yang menggunakan. Bisa download di App Store untuk iPhone dan Play Store untuk Android," ujar Ramli. "Kita punya skor baik 4.4 dibanding dengan punya negara yang lain, yang paling tinggi 4,6 dari rating yang ada," dia menambahkan.14 hari ke belakang menggunakan teknologi Bluetooth,untuk mendukung isolasi mandiri user menggunakan GPS dan QR Code untuk WNI pelintas batas negara di 7 gate dan ditetapkan sebagai ODP.

Ada pula fitur notifikasi zona terdampak dan informasi lokasi sekitar , histori perjalanan/lokasi user menggunakan GPS, serta teledokter, layanan periksa kesehatan mandiri dengan Prixia dan BPPT, dan konsultasi dokter online dengan Halodoc dan Prosehat.

Berita ini telah kami rangkum agar Anda dapat membacanya dengan cepat. Jika Anda tertarik dengan beritanya, Anda dapat membaca teks lengkapnya di sini. Baca lebih lajut:

antaranews /  🏆 6. in İD

Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama

Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.

Telegram Perkenalkan Fitur Edit Video di Pembaruan TerkiniTelegram Perkenalkan Fitur Edit Video di Pembaruan TerkiniFitur baru ini akan secara otomatis terhubung ke fitur editor foto yang lebih dulu ditambahkan ke aplikasi beberapa tahun sebelumnya.
Baca lebih lajut »

Alasan Driver Ojol Belum Pakai Partisi Pembatas PenumpangAlasan Driver Ojol Belum Pakai Partisi Pembatas PenumpangFitur angkut penumpang pada aplikasi ojek online (ojol) kembali di aktifkan oleh pihak aplikator.
Baca lebih lajut »

Pemerintah Segera Luncurkan Aplikasi L-Cov untuk Lacak Covid-19 lewat AndroidPemerintah Segera Luncurkan Aplikasi L-Cov untuk Lacak Covid-19 lewat AndroidAplikasi yang rencananya akan diluncurkan pada 10 Juni mendatang ini juga dilengkapi dengan fitur deteksi kondisi fisik.
Baca lebih lajut »

Pengguna Dapat Sebarkan Tautan Panggilan Grup di Google DuoPengguna Dapat Sebarkan Tautan Panggilan Grup di Google DuoFitur berbagi tautan yang ada di Google Duo ini membuat aplikasi video call tersebut makin kompetitif dengan pesain, seperti Zoom.
Baca lebih lajut »

Google Meet punya fitur kurangi kebisinganGoogle Meet punya fitur kurangi kebisinganSejumlah suara, seperti suara saat menulis dengan pena atau membuka kotak makan dan menuang air dalam gelas, tidak akan masuk dalam panggilan video. GoogleMeet
Baca lebih lajut »

BPJT akan Rilis Aplikasi Lacak Covid-19BPJT akan Rilis Aplikasi Lacak Covid-19Aplikasi dirancang sendiri oleh BPTJ dengan dukungan Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dan Pemerintah Daerah Provinsi DKI Jakarta.
Baca lebih lajut »



Render Time: 2025-02-28 06:40:59