Mereka terusir karena tanah tersebut akan digunakan sebagai lokasi pembangunan jalan tol Jakarta Outer Ring Road (JORR).
"Kita memang di awal 2019 kena usir. Sudah ngobrol dengan Pak Lurah akan digantikan tempat, tapi sampai sekarang belum ada kabarnya," kata Ayah Apit, salah satu pengurus Roemah Tawon, Senin .
Akibat penggusuran itu, proses belajar mengajar di Roemah Tawon sempat terhenti. Namun, menurut Ayah Apit, banyak anak-anak yang menanyakan kapan kelas akan dibuka kembali. "Akhirnya semua pengurus kita sewa tempat sini ukuran 3 meter. Kegiatan masih sama, paling yang berkurang adik-adiknya," kata Ayah Apit.Meski menambah biaya, mereka lebih memilih untuk tetap menjalankan nilai mereka untuk mendidik anak jalanan. Biaya menyewa tempat diperoleh dari iuran para pengurus sendiri.
Kini, ruang belajar Roemah Tawon menjadi jauh lebih kecil. Lahan untuk anak-anak bermain pun sudah tak ada lagi. "Kami masih tunggu dari pemerintah. Kalau Pak Lurah sudah ada tempat baru kita akan bangun lagi. Tapi kita enggak pusing, anak-anak masih tetap semangat belajar," ujar Ayah Apit.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Kisah Imanudin, Minder Bertato hingga Sukses di Bisnis Sneaker CustomKeunggulan sneaker custom karya Imanudin terletak pada kualitas cat yang digunakannya. Apa bedanya?
Baca lebih lajut »
Kisah Hendropriyono dalam Operasi Sandi Yudha...Soekarno lebih memilih berkonfrontasi langsung dalam perang tidak resmi menghadapi Malaysia. Operasi Sandi Yudha pun dilakukan.
Baca lebih lajut »
Kisah Pengungsi Gempa Ambon, Takut Kembali ke Rumah hingga Tinggal Terpencar di GunungRumah Negeri Liang tak bisa lagi dihuni dan semua perabotan rumah tangga hancur. Warga pun masih trauma karena setiap hari digoyang gempa.
Baca lebih lajut »
Kisah Bilal dan Adzan Terakhir yang Menggetarkan MadinahBilal bin Rabbah RA, sahabat Nabi berkulit hitam dari Habsyah (Ethiopia) yang memeluk Islam ketika menjadi budak. Beliau...
Baca lebih lajut »
Kisah Dewi, Nikah Muda Lahirkan 8 Anak karena Jamu, Akhirnya Jadi Usaha Beromzet Puluhan JutaDalam usia 31 tahun, Dewi Hartarti, warga Bukit Merapin, Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka, memiliki delapan anak. Bermula dari rajin meminum jamu.
Baca lebih lajut »