Sebelum 1948, orang Palestina melaporkan komunitas Roma berbahasa Arab.
REPUBLIKA.CO.ID, GAZZA -- Sebelum 1948, orang-orang Pelestina melaporkan terdapat komunitas Roma berbahasa Arab di Jaffa. Mereka berprofesi sebagai pemain teater jalanan dan sirkus.
Komunitas Roma lainnya pernah bermukim di Yerusalem Timur. Mereka kerap mengeluhkan perilaku diskriminatif orang-orang Arab Palestina kendati mereka sama-sama mengalami kesulitaan ketika Israel menganeksasi wilayah itu. Dalam beberapa kasus, banyak orang Roma berpura-pura menjadi Yahudi ketika agen-agen Zionis datang. Tidak diketahui berapa jumlah orang Roma di Israel saat ini. Yang juga tidak diketahui adakah di antara mereka masih memelihara tradisi Roma.
Mereka mewariskan kata-kata ini serta lagu-lagu pengantar tidur kepada anak-anak mereka. Namun, menurut pers Israel, hampir seluruh orang Roma di Israel tidak lagi menggunakan bahasa nenek moyang mereka.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Kisah Warga Amerika Masuk Islam Gegara Berlibur di Arab SaudiSeorang warga Amerika Serikat terpikat ajaran Islam saat tengah berlibur di Arab Saudi masukIslam
Baca lebih lajut »
Liga Arab Mobilisasi Bantuan Dunia Arab untuk LebanonKetua Liga Arab Ahmed Aboul Gheit akan memobilisasi upaya dunia Arab menyediakan bantuan untuk Lebanon setelah Beirut diguncang...
Baca lebih lajut »
Arab Saudi dan UEA Pun Berlomba Kembangkan Nuklir |Republika OnlineInternasional Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) juga memiliki minat yang sama, mengembangkan nuklir untuk energi. Nuklir ArabSaudi UEA
Baca lebih lajut »
Bantuan Kemanusiaan Arab Saudi Tiba di Lebanon |Republika OnlineArab Saudi mengirim dua pesawat membawa 120 ton bantuan.
Baca lebih lajut »
Iran Tuding Arab Saudi Miliki Program Nuklir Rahasia |Republika OnlineIran meminta program nuklir rahasia Arab Saudi diselidiki IAEA
Baca lebih lajut »
Iran desak penyelidikan program nuklir 'rahasia' Arab Saudi'Arab Saudi sedang mengembangkan dan mengimplementasikan program nuklir yang sangat tidak transparan,' kata Kazem Gharibabadi, duta besar Iran. ArabSaudi Nuklir
Baca lebih lajut »