Ia juga memberikan uang untuk membeli obat dan ongkos transportasi kepada pasiennya yang tidak mampu.
Malang, Beritasatu.com - Di tengah-tengah mahalnya biaya layanan kesehatan saat ini, tapi masih ada dokter profesional yang mau memberikan layanan kesehatan murah bahkan seringkali gratis bagi masyarakat yang kurang mampu.
Sang dokter yang tamat dari Universitas Wijaya Kusuma Surabaya itu, membekali uang pada pasiennya agar membeli obat ke apotek sesuai resep yang diberikannya. Dengan memberikan layanan kesehatan secara murah dan bahkan gratis sesuai kemampuan pasiennya, menurut Kohar, merupakan bakti nyata yang sangat positif dan patut diteladani.
Ia membenarkan bahwa pada umumnya pasien dr Dian datang dari wilayah yang jauh di pelosok pedesaan dengan kondisi sosial ekonomi yang minim, jika tidak boleh disebut miskin.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Kisah-kisah Tanah Manusia Sajikan Relasi Antara Manusia dan LingkunganBerawal dari lokakarya fotografi di empat kota, pameran foto Kisah-kisah Tanah Manusia digelar di Galeri Komunitas Salihara.
Baca lebih lajut »
FKUI Dukung Dokter Alumni untuk Tetap Bertahan di PapuaHal ini sangat merugikan masyarakat, ditambah lagi jumlah dokter dan tenaga kesehatan lainnya di Kabupaten Jayawijaya masih sangat sedikit.
Baca lebih lajut »
Untuk tetap mengabdi di Papua, dokter minta pemerintah jamin keamananKalangan dokter yang bertugas di Provinsi Papua meminta kepada pemerintah untuk menjamin keamanan mereka agar bisa terus mengabdi melayani masyarakat Papua ...
Baca lebih lajut »
Dokter Iluni FKUI Pilih Tinggal di Papua untuk PelayananDokter alumni FKUI yang berada di Papua berkomitmen untuk tetap bertugas di Papua.
Baca lebih lajut »
Kisah Lulusan ITB Jual Batik untuk Pria Kantoran, Raup Omzet Rp 150 JutaPada Hari Batik Nasional, orang kantoran biasanya akan diimbau memakai batik. Simak kisah pria lulusan ITB ini mendapatkan peluang omzet ratusan juta karena hari batik. BatikDay via wolipop
Baca lebih lajut »