Puang Makka juga berpesan, bahwa dalam perjuangan juga harus mengikuti perkembangan zaman, terutama yang berkaitan dengan IT, media sosial, dan budaya milenial.
DALAM rangkaian kegiatan sekolah politik PPP yang digelar di Hotel Claro Makassar, Sulawesi Selatan, Ketua Umum Angkatan Muda Kabah Rendhika D berkesempatan sowan kepada Habib Syekh Abdul Rahim Puang Makka .
Sebagai informasi, Habib Syekh Sayyid Abd Rahim Assegaf Puang Makka atau yang kerap disapa dengan panggilan Habib Puang Makka, lahir pada 14 September 1960 di Makassar,. Kepada Rendhika dan kader AMK, Puang Makka menyatakan bahwa AMK tidak sendirian dalam memperjuangkan amar ma'ruf nahi munkar.Selain itu, Puang Makka juga berpesan, bahwa dalam perjuangan juga harus mengikuti perkembangan zaman, terutama yang berkaitan dengan teknologi dan informasi , media sosial serta mengikuti budaya kaum millenial yang begitu cepat berkembang.
Rendhika D Harsono mengatakan wejangan dari Puang Makka menjadi penyemangat bagi dirinya dan seluruh kader AMK, khususnya di Makassar.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Ketua Umum Perbasi DKI Jakarta Tengok Pembinaan Generasi MudaKetua Umum Terpilih Perbasi DKI Jakarta, Lexyndo Hakim, melakukan kunjungan ke beberapa klub Ibu Kota. Tujuannya untuk mengetahui pembinaan usia dini.
Baca lebih lajut »
Masyarakat Umum Pilih Nikmati Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022 dengan Cara IniMasyarakat umum di China menikmati perhelatan Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022 dari ponsel maupun tayangan televisi.
Baca lebih lajut »
Wapres Sampaikan Doa untuk Ketua Komisi Fatwa MUI Prof KH Hasanudddin AF |Republika OnlineKetua Komisi Fatwa MUI Prof KH Hasanuddin AF wafat Kamis (10/2/2022)
Baca lebih lajut »
Ketua IM 57+ Institute: Sekalian Saja Buat Perkom Larangan 57 Pegawai Kembali ke KPK Selama-lamanyaKetua IM 57+ Institute Praswad Nugraha memberikan tanggapan terkait Perkom 1/2022 yang mengatur eks pegawai yang dipecat tak bisa bekerja di KPK lagi
Baca lebih lajut »
Puan Kesal Tak Disambut, Pengamat: Gubernur Tidak Punya Kewajiban Sambut Ketua DPRJamiluddin menyebut Puan Maharani tidak bisa membedakan jabatan kader partai dan jabatan gubernur.
Baca lebih lajut »