Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial pada Dinas Kesejahteraan Sosial Provinsi Kalsel, Suryadi mengatakan kerugian bencana kebakaran tahun ini meningkat tajam dibandingkan 2018.
KERUGIAN akibat bencana kebakaran permukiman penduduk di Provinsi Kalimantan Selatan sepanjang 2019 periode Januari- September mencapai Rp70,321 miliar. Sementara jumlah bencana kebakaran permukiman ini sebanyak 221 kali dengan jumlah korban meninggal dunia akibat kebakaran lima orang.
Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial pada Dinas Kesejahteraan Sosial Provinsi Kalsel, Suryadi, Rabu mengatakan jika dibandingkan periode yang sama tahun 2018, kerugian bencana tahun ini meningkat tajam. "Tahun 2018 lalu kerugian bencana kebakaran permukiman penduduk di Kalsel sekitar Rp47,1 miliar, sedangkan 2019 hingga akhir September mencapai Rp70,321 miliar," ujarnya.
Menurut Suryadi, kerugian akibat bencana kebakaran permukiman penduduk 2019, terbanyak terjadi di Kota Banjarmasin mencapai Rp31,59 miliar, disusul Kabupaten Hulu Sungai Utara sekitar Rp5,305 miliar. Kota Banjarbaru ditaksir Rp4,55 miliar, Kabupaten Banjar sekitar Rp4,385 miliar, Kabupaten Tabalong Rp4,06 miliar dan Kabupaten Tanahlaut Rp4 miliar.
Sedangkan frekuensi kebakaran di Kalsel 2019, hingga akhir September 2019 telah terjadi 221 kali kebakaran, terbanyak di Kota Banjarmasin sebanyak 49 kali, disusul Kabupaten Banjar sebanyak 21 kali. Kemudian, Kabupaten Hulu Sungai Utara sebanyak 19 kali, Kabupaten Tabalong dan Kabupaten HST masing-masing 18 kali, Kabupaten HSS sebanyak 17 kali, Kabupaten Tanahlaut sebanyak 16 kali dan Kabupaten Barito Kuala 16 kali.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Status Bencana Karhutla Kalsel Diturunkan Menjadi Siaga DaruratPenurunan status bencana menjadi darurat siaga ini berlaku hingga akhir Oktober mendatang. Menurut ramalan BMKG akhir Oktober wilayah Kalsel akan memasuki puncak musim penghujan.
Baca lebih lajut »
Bulog Kalsel baru serap beras lokal 34 persenPerum Bulog Divre Kalimantan Selatan sampai saat ini baru menyerap beras yang dihasilkan petani lokal sebanyak 9.500 ton atau 34 persen dari target pada ...
Baca lebih lajut »
Fenomena 'Buzzer' Politik, Bisingnya Media Sosial hingga Pentingnya Pencerdasan PublikRiuhnya buzzer politik dianggap bisa memanipulasi opini publik. Perlu ada pencerdasan masyarakat agar bisa memilah informasi yang didengungkan.
Baca lebih lajut »
Saat Warga Desa Semakin Sadar Jaminan Sosial KetenagakerjaanDengan ikut jaminan sosial ketenagakerjaan, pekerja sudah menyiapkan masa tuanya.
Baca lebih lajut »
Benarkah Media Sosial Lebih Menyakiti Anak Perempuan?Anak perempuan yang sering menggunakan media sosial akan lebih merasakan dampaknya pada kesehatan ketika menerima cyberbullying. mediasosial
Baca lebih lajut »
Mensos Pastikan Kementerian Sosial Dukung Penuh Pemkab JayawijayaMensos menjelaskan, berbagai bantuan selama ini sudah dikirimkan ke Wamena, Ibu Kota Kabupaten Jayawijaya.
Baca lebih lajut »