Kemenkes Imbau Dokter Tak Tinggalkan Pelayanan karena Demo Tolak RUU Kesehatan

Indonesia Berita Berita

Kemenkes Imbau Dokter Tak Tinggalkan Pelayanan karena Demo Tolak RUU Kesehatan
Indonesia Berita Terbaru,Indonesia Berita utama
  • 📰 tempodotco
  • ⏱ Reading Time:
  • 26 sec. here
  • 2 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 14%
  • Publisher: 63%

Kemenkes Imbau Dokter Tak Tinggalkan Pelayanan karena Demo Tolak RUU Kesehatan TempoNasional

TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mempersilakan organisasi profesi kesehatan untuk melakukan aksi unjuk rasa penolakan Omnibus Law RUU Kesehatan pada Senin besok, 8 Mei 2023. Meski begitu, para dokter diimbau untuk membatalkan rencana mogok kerja secara massal.Juru bicara Kemenkes Mohammad Syahril meminta para dokter tidak meninggalkan pelayanan kesehatan kepada pasien dalam aksi tersebut.

Syahril juga mengkritik tuntutan aksi demo yang menyebut RUU Kesehatan berpotensi mempidanakan tenaga kesehatan. Alasan tersebut, menurut dia, sangat tidak beralasan.“Janganlah kita memprovokasi seolah-olah ada kriminalisasi, itu tidak benar. Justru RUU Kesehatan ini menambah perlindungan baru termasuk dari upaya kriminalisasi. Kami niatnya malah melindungi, kok, malah didemo,” kata Syahril.Selain itu, Syahril menyebut pemerintah dan DPR masih terus berusaha menyempurnakan RUU Kesehatan.

Berita ini telah kami rangkum agar Anda dapat membacanya dengan cepat. Jika Anda tertarik dengan beritanya, Anda dapat membaca teks lengkapnya di sini. Baca lebih lajut:

tempodotco /  🏆 12. in İD

Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama

Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.

Kemenkes Imbau Aksi Penolakan RUU Kesehatan Jangan Sampai Rugikan PasienKemenkes Imbau Aksi Penolakan RUU Kesehatan Jangan Sampai Rugikan PasienSalah satu tuntutan dari para pendemo adalah RUU Kesehatan seolah-olah berpotensi memicu kriminalisasi kepada dokter dan tenaga kesehatan.
Baca lebih lajut »

Kemenkes: Ajakan diskusi RUU Kesehatan tak dihadiri pemberi somasiKemenkes: Ajakan diskusi RUU Kesehatan tak dihadiri pemberi somasiKuasa Hukum Kemenkes RI Misyal Achmad mengemukakan ajakan berdiskusi seputar polemik RUU Kesehatan yang difasilitasi Menkes Budi Gunadi Sadikin tidak dihadiri pemberi somasi.
Baca lebih lajut »

Aksi Nasional Tolak RUU Kesehatan di Jakarta, 5 Organisasi Kesehatan Medan Kirim MassaAksi Nasional Tolak RUU Kesehatan di Jakarta, 5 Organisasi Kesehatan Medan Kirim MassaLima organisasi profesi (OP) Kesehatan secara nasional akan menggelar aksi menolak RUU Kesehatan (Omnibus Law) pada, Senin (8/5) mendatang, di Jakarta. Kelima OP Kesehatan tersebut terdiri dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), Ik
Baca lebih lajut »

Lepas Dhuyufur Rahman, Bupati Gowa: Jamaah Haji Orang Pilihan Allah |Republika OnlineLepas Dhuyufur Rahman, Bupati Gowa: Jamaah Haji Orang Pilihan Allah |Republika OnlineBupati Gowa imbau jamaah haji jaga kesehatan.
Baca lebih lajut »

WHO Akhiri Status Darurat Kesehatan Global Covid-19, Kemenkes: Masyarakat Masih Harus WaspadaWHO Akhiri Status Darurat Kesehatan Global Covid-19, Kemenkes: Masyarakat Masih Harus WaspadaWHO Akhiri Status Darurat Kesehatan Global Covid-19, Kemenkes: Masyarakat Masih Harus Waspada: Meski statusnya tak lagi sebagai darurat kesehatan global, tetapi Covid-19 tetap menjadi ancaman bagi masyarakat dunia.
Baca lebih lajut »

WHO Cabut Status Darurat Covid, Begini Respons KemenkesWHO Cabut Status Darurat Covid, Begini Respons KemenkesKemenkes merespons pencabutan status darurat kesehatan global untuk Covid-19 oleh WHO.
Baca lebih lajut »



Render Time: 2025-02-26 17:35:18